Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 08 Agustus 2026

Pembangunan Gorong-gorong Simpang Mangan Molih Dairi Belum Tuntas Dikerjakan

* Konstruksi Gorong-gorong Tanpa Talud
- Rabu, 10 Januari 2018 22:31 WIB
444 view
Pembangunan Gorong-gorong Simpang Mangan Molih Dairi Belum Tuntas Dikerjakan
SIB/Theopilus Sinulaki
GORONG-GORONG : Pembangunan gorong-gorong di simpang Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Dairi belum selesai dikerjakan. Foto dipetik Selasa (9/1).
Tanah Pinem (SIB) -Pengerjaan pembuatan gorong-gorong di simpang Desa Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Dairi, yang merupakan salah satu paket proyek pemeliharaan rutin jalan jurusan Simpang Lau Peske ke simpang Mangan Molih berbiaya Rp.780 juta belum tuntas dikerjakan, sehingga pengguna jalan masih melewati jembatan kayu.

Pantauan SIB, Selasa (9/1), pembangunan gorong-gorong di simpang Desa Mangan Molih sudah selesai dicor semen, namun entah kenapa sampai saat ini belum dilakukan finising. Padahal menurut keterangan di plank proyek masa pekerjaan terhitung September-Desember 2017. Bahkan jembatan sementara yang dipasang warga sebelum pengerjaan proyek, masih membentang di atas bangunan gorong-gorong, sehingga kendaraan yang melintas harus hati-hati.

"Kesannya gorong-gorong sudah selesai dibangun, tetapi kendaraan bermotor harus tetap juga melintas di atas jembatan kayu itu," kata Insaf Ginting, warga Mangan Molih.

Sementara pengerjaan gorong-gorong di Lau Kanci-Kanci jurusan Mangan Molih-Pasir Tengah Kecamatan Tanah Pinem Dairi termasuk salah satu paket pemeliharaan rutin jalan jurusan simpang Lau Peske-Simpang Mangan Molih sepanjang 5,9 Km dengan sumber dana APBD 2017 Kabupaten Dairi, sudah selesai dikerjakan. Namun sangat disayangkan warga, kontruksi pembuatan gorong-gorong tersebut tidak memiliki tembok penahan tanah, sehingga tanah yang ditimbun untuk bahu jalan sudah terkikis air hujan.

Beberapa warga Desa Pasir Tengah yang ditemui SIB, sedang memperhatikan kondisi bangunan gorong-gorong tersebut, Selasa (9/1) sangat menyayangkan kontruksi bangunan itu. Pasalnya kondisi timbunan tanah yang cukup tinggi di atas bangunan gorong-gorong, akan tetapi tidak memiliki tembok penahan.

Secara terpisah, R Ginting putra kelahiran Desa Mangan Molih yang tinggal di Tanah Karo meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Dairi, agar memantau langsung kondisi sejumlah proyek di Kecamatan Tanah Pinem.

"Aneh melihat pekerjaan proyek tersebut, belum selesai dikerjakan sudah ditinggal, apalagi kontruksi gorong-gorong itu dikerjakan tanpa talud," ungkapnya. (B01/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru