Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 Juli 2026

Surono: Letusan Sinabung Kecil, Pengungsi Seharusnya Cuma 17.000 Jiwa

*Kritik, Banyak Komando Tanggap Darurat Erupsi Sinabung
- Selasa, 21 Januari 2014 12:06 WIB
422 view
Surono: Letusan Sinabung Kecil, Pengungsi Seharusnya Cuma 17.000 Jiwa
SIB/Sonry Purba
Staf Ahli Menteri ESDM, Surono menyerahkan bantuan kepada perwakilan GBKP disaksikan Komandan Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung.
Tanah Karo (SIB)- Mantan Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Surono menilai, erupsi Gunung Sinabung di Karo ternyata jauh lebih kecil dari erupsi yang terjadi di Gunung Merapi di Yogyakarta.

“Apakah letusan Sinabung itu besar? Saya jawab tidak,” tukas Surono menjawab SIB disela-sela kunjungannya ke Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung di Kabanjahe, Senin (20/1).

Surono yang kini menjabat Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Investasi dan Produksi ini mengatakan, material yang dikeluarkan Gunung Sinabung hingga saat ini hanya 2,4 juta meter kubik. Ini jauh lebih kecil dibandingkan material yang disemburkan Gunung Merapi yang mencapai 150 juta meter kubik.

Disisi lain, gas SO2 yang dikeluarkan Sinabung hanya sekitar 15 ton per hari, tercatat Sabtu (11/1). Dibandingkan Merapi, ini jauh lebih kecil yang pernah mengeluarkan gas SO2 sebesar 150 ton dalam satu hari. Awan panas Sinabung maksimum hanya 4,5 kilometer, sedangkan Merapi 15 kilometer.

“Kenapa demikian heboh Sinabung, karena penduduknya terlalu dekat dengan Sinabung. Dan hiruk pikuknya orang Karo itu, yang di luar Karo ikut mendikte orang Karo yang boleh ngungsi dan tidak boleh ngungsi,” katanya.

Ia juga mengkritik  terlampau banyak komando dalam penanganan tanggap darurat erupsi Sinabung sehingga kadang kala terjadi tumpang tindih dalam kebijakan. “Mohon hanya satu komando dalam penanganan tanggap darurat erupsi Sinabung,” tegas Surono kepada Komandan Satuan Tugas Tanggap Darurat Erupsi Sinabung, dr Saberina Tarigan.

Pria yang akrab disapa Mbah Rono ini menambahkan, pengungsi Gunung Sinabung tidak seharusnya menembus angka 28.000 jiwa. Menurutnya, angka yang pantas untuk pengungsi Gunung Sinabung maksimum 17.000 jiwa.

“Seolah-olah Sinabung itu meruntuhkan Kabupaten Karo. Tidak. Seolah-olah di Kabupaten Karo itu sosial ekonominya hancur. Itu dihancurkan oleh pengungsi, Pak. Seolah-olah ketakutan,” tukasnya.

Dia juga menilai perbedaan bencana nasional dan dengan kondisi saat ini terletak pada bentuk sumbangan. Menurutnya, masyarakat Karo bisa menyelesaikan masalahnya secara mandiri. “Daerah berbahaya di Sinabung itu cuma dalam radius lima kilometer. Merapi mencapai 20 kilometer. Orang Merapi pun tidak pernah berteriak itu menjadi bencana nasional,” katanya.

Dalam kunjungannya, Surono juga menyerahkan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa logistik dan uang kuliah untuk lebih dari 400 mahasiswa yang merupakan anak pengungsi Gunung Sinabung melalui pengurus GBKP. (B1/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru