Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 10 Mei 2026

Curah Hujan Tinggi, Tanaman Kentang di Silimakuta Diserang Penyakit Busuk Daun

Redaksi - Kamis, 18 November 2021 18:33 WIB
1.835 view
Curah Hujan Tinggi, Tanaman Kentang di Silimakuta Diserang Penyakit Busuk Daun
Foto: SIB/Mey Hendika Girsang
BUSUK DAUN : Tanaman kentang di perladangan Nagori Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun yang diserang penyakit busuk daun, Rabu (17/11).
Simalungun (SIB)
Intensitas curah hujan cukup tinggi di wilayah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun dua bulan terakhir. Hal itu membuat tanaman kentang milik petani diserang penyakit busuk daun (lotup).

Pantauan wartawan, Rabu (17/11) serangan penyakit itu membuat daun kentang tampak busuk berwarna coklat tua. Saat hujan turun, daun itu lembab dan ketika terik matahari menerpa, daun kentang yang diserang lotup, kering hingga rapuh.

"Busuk daun diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi. Biasanya, jika curah hujan tinggi, penyakit lotup sangat riskan menyerang tanaman kentang," kata seorang petani daerah itu, Risjon Purba, Rabu (17/11).

Dia mengatakan, apabila penyakit lotup sudah menyerang tanaman kentang, sangat sulit memulihkannya. Petani hanya bisa menghentikan penyebaran penyakit busuk daun agar tidak meluas.

"Imbasnya, jika sudah terserang penyakit tersebut, tanaman gugur lebih awal, sehingga saat panen tiba tingkat produksi turun membuat petani rugi," sebut petani itu.

Hal senada disampaikan Herianto Haloho. Disebut, serangan penyakit busuk daun membuat petani mengeluh. Pasalnya, jika sudah terkena sangat sulit memulihkannya.

"Menghindari penyakit lotup itu pun sangat sulit jika musim hujan," ujarnya seraya menyebut, untuk mengantisipasi serangan hama busuk daun, petani harus terjaga. Apabila hujan mengguyur di siang hari, tanaman kembali disemprotkan pestisida esok harinya, walaupun paginya sebelum hujan sudah disemprot. (D5/f)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru