Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 21 Juni 2026

Pangdam Mayjend Novi Helmy Ajak Petani Agara Sukseskan Program IM Jagung

Redaksi - Kamis, 11 Januari 2024 12:58 WIB
274 view
Pangdam Mayjend Novi Helmy Ajak Petani Agara Sukseskan Program IM Jagung
Foto SIB/ Armentoni Munthe
Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjend TNI Novi Helmy Prasetya SIP MI, Pj Bupati Drs Syakir MSi, unsur Forkopimda dan para kelompok tani foto bersama, saat meninjau lokasi lahan jagung di Desa Cintadamai, Kecamatan Babulmakmur, Selasa (9/1). 
Kutacane (SIB)
Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjend TNI Novi Helmy Prasetya SIP MIP, mengajak para petani jagung di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) agar bergabung menyukseskan Program Iskandar Muda (IM) Jagung.

Ajakan tersebut disampaikan Pangdam saat bertatap muka dengan para kelompok tani dari Desa Cintadamai dan Desa Lawedesky Sabas, di Desa Cintadamai Kecamatan Babulmakmur, Selasa (9/1).

Menurutnya IM Jagung adalah program Kodam Iskandar Muda, untuk mewujudkan program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Program ini sudah berjalan dan kini memasuki tahap kedua,” kata Pangdam.

Mayjend Novi Helmy Prasetya menjelaskan, Kodam IM saat ini sedang mengemas bibit jagung dengan dua dan tiga tongkol. Saat panen nanti, yang dua tongkol bisa mengeluarkan produksi 13 ton jagung per hektar, dan yang tiga tongkol bisa menghasilkan 18 ton per hektar.

“Melihat potensi Aceh Tenggara yang mampu memproduksi jagung dalam jumlah besar dan memiliki luas lahan mencapai 20 ribu hektar, kami berkeinginan untuk membuat pabrik di Kabupaten Aceh Tenggara. Ini pun kalau bapak dan ibu sepakat dan kompak, karena mimpi besar saya adalah IM Jagung memiliki hilirisasi industri. Kita petani harus mampu berdiri di kaki sendiri" ujarnya.

Program IM Jagung katanya, berpihak kepada masyarakat yang tujuannya agar masyarakat sejahtera. IM jagung itu lanjutnya berkaitan dengan sosio ekonomi, bukan bisnis ekonomi, kemudian menaikkan perekonomian masyarakat.

Konsepnya, dulunya bibit dan pupuk diberikan gratis kepada petani dan setelah panen hasil dijual. Sedangkan program IM Jagung selaku offtaker yang langsung membeli sesuai standar nasional Bulog.

Berikutnya, lanjut Pangdam, modal bibit dan pupuk harus dibeli, karena pada tahap awal sudah dibantu. “Begitu panen dan dijual semua keuntungan untuk bapak dan ibu, karena bukan itu yang kami cari. Kita punya bahan baku yang banyak, sehingga berdiri pabrik pakan, kalau bahannya kurang bagaimana, makanya kami berkeinginan dilakukan secara masif,” kata Pangdam disambut aplaus Pj Bupati Agara Drs Syakir MSi, unsur Forkopimda dan masyarakat petani yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IM yang didampingi Ketua Persit KCK Daerah Iskandar Muda Ny Iin Novi Helmy Prasetya dan rombongan, menyerahkan bingkisan kepada para petani sekaligus meninjau lokasi lahan program IM Jagung di desa itu. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru