Tapanuli Utara (SIB)
Sebagian besar warga petani padi di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mulai mengolah sawahnya untuk ditanami setelah beberapa bulan membiarkannya terbengkalai, akibat intensitas hujan masih tinggi.
Berdasarkan pantauan SIB di lokasi, Rabu, (17/1) sejumlah petani sudah mulai mengolah tanah. Selama hujan terus mengguyur wilayah itu, mereka sempat membiarkan sawahnya terbengkalai karena takut rugi apabila langsung diolah dan ditanami.
R br Simanullang seorang petani di Kelurahan Hutatoruan X, Kecamatan Tarutung mengaku dirinya dengan petani lain tengah mengerjakan persawahan untuk mempercepat penanaman padi menyusul intensitas hujan tinggi.
"Hampir setiap sore dilanda hujan sehingga areal persawahan terpenuhi untuk ketersediaan air. "Kami juga merasa senang karena sudah bisa mengolah persawahan untuk dilakukan percepatan tanam padi menyusul curah hujan tinggi. Hanya saja ke depan persoalan pupuk bisa diatasi pemerintah," sambungnya.
Petani lain di Kelurahan Hutatoruan XI, C Lumbantobing juga mengaku dirinya sudah melakukan persiapan lahan sawah termasuk pembersihan dan pematangan lahan serta persemaian bibit agar tanaman padi bagus hingga tahap panen.
Berharap Stok Pupuk
Warga berharap, agar ke depan juga stok pupuk tiba ke petani pada akhir Januari sehingga masa pemupukan bisa tepat waktu sebab, para petani sudah harus memupuk pada minggu pertama bulan Februari.
"Jangan lagi seperti waktu itu, stok pupuk baru tiba ke petani melewati masa pemupukan. Akibat keterlambatan itu, kualitas tanam padi menjadi kurang," ujarnya. (**)