Tapanuli Utara(harianSIB.com)
Fakultas Ekonomi berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) membahas tentang pengaruh live streaming, hedonic shopping, dan shopping lifestyle terhadap impulsive buying melalui price discount Tik-Tok Shop pada mahasiswa UNITA. Dalam relis yang diterima SIB, FGD dilaksanakan di Kampus UNITA, Jumat (29/8/2025).
FGD dihadiri Ketua Tim Peneliti dari Dosen Fakultas Ekonomi UNITA, Ronal Donra Sihaloho SE MSi, Tim Peneliti dari Fakultas Teknik UNITA Rinahandayani SP MM, bersama Praktisi Berliana Simanjuntak SPd MM, dosen dan mahasiswa UNITA.
Baca Juga:
Tujuan
FGD untuk mengimplementasikan hasil penelitian yang sudah dilakukan kepada mahasiswa
UNITA, sehingga hasil penelitian dapat memberikan manfaat di kalangan mahasiswa, agar bijak dalam berbelanja melalui aplikasi Tik-Tok Shop.
Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Ekonomi UNITA, Ronal Donra Sihaloho dalam parannya menjelaskan, bahwa berbelanja online Tik-Tok Shop memiliki dampak positif dan negatif. "Dampak positif bagi mahasiswa adalah konsumen tidak perlu lagi repot-repot pergi ke pasar, tinggal pesan dari rumah, kemudian produk yang ditawarkan banyak pilihan dan harga lebih murah, " jelasnya.
Lebih lanjut Ronal menerangkan, dampak negatif berbelanja online Tik-Tok Shop bagi mahasiswa yakni, mahasiswa tidak dapat mengendalikan diri sehingga berbelanja secara berlebihan. Kemudian mahasiswa dapat menjadi hidup lebih boros dan parahnya lagi uang kuliah dapat terpakai untuk berbelanja online.
Kemudian Praktisi Berliana Simanjuntak, SPd MM juga menyampaikan, bahwa belanja online seperti Tik-Tok banyak digemari anak muda, termasuk mahasiswa UNITA.
"Dengan adanya live streaming di Tik-Tok maka akan memengaruhi mahasiswa melakukan impulsive buying. Arti impulsive buying ini adalah perilaku seseorang untuk membeli suatu barang atau jasa secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya, dan sering kali didorong oleh faktor emosional atau godaan sesaat. Misalnya dengan adanya live streaming dengan iming-iming diskon atau tawaran yang menarik," katanya.
Berliana juga mengharapkan, dengan adanya penelitian ini kepada mahasiswa, berbelanja melalui online Tik-Tok Shop bukanlah suatu hal yang harus dihindari. Mahasiswa juga harus melek teknologi dengan memanfaatkan Tik-Tok Shop sebagai tempat untuk berbelanja."Selain itu, saya juga mengingatkan agar mahasiswa dapat mengendalikan diri dari sikap konsumtif yang berlebihan. Dimana mahasiswa dalam melakukan belanja online Tik-Tok Shop harus sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai dengan keinginan, harapnya.
Berliana menjelaskan, penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa UNITA ataupun di lingkungan UNITA dalam bidang akademis. "Hal ini sebagai referensi untuk melakukan pengembangan penelitian ini dan bidang kehidupan sehari-hari agar tidak melakukan berbelanja secara berlebihan, " pungkasnya. (**).
Baca Juga: