Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Ketua PN Kutacane Ade Yusuf Ajak Masyarakat Perangi Narkoba, Korupsi dan Prostitusi

Armentoni Munthe - Jumat, 24 Oktober 2025 13:28 WIB
730 view
Ketua PN Kutacane Ade Yusuf Ajak Masyarakat Perangi Narkoba, Korupsi dan Prostitusi
Foto harianSIB. com/Armentoni Munthe)
Arahan: Ketua Pengadilan Negeri Kutacane-Aceh Tenggara Ade Yusuf SH MH saat menyampaikan arahannya pada acara Subuh keliling Forkopimda di Masjid Riadussalam Desa Bambel Baru, Kecamatan Bukit Tusam, Jum'at (24/10/2025).

Kutacane(harianSIB.com)

Ketua Pengadilan Negeri Kutacane, Aceh Tenggara, Ade Yusuf, SH MH, menegaskan bahwa kasus narkotika di wilayah Aceh Tenggara masih marak terjadi. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pemberantasannya.

Hal tersebut disampaikan Ade Yusuf dalam arahannya mewakili Forkopimda pada kegiatan Subuh Keliling (Suling) Forkopimda di Masjid Riadussalam, Desa Bambel Baru, Kecamatan Bukit Tusam, Jumat (24/10/2025) subuh.

"Kalau ada yang mengetahui atau melihat perkara narkotika, segera sampaikan informasi atau laporkan kepada aparat penegak hukum. Pelapor dilindungi oleh undang-undang," ujarnya.

Selain memberantas narkoba, Ade juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah tindak pidana korupsi dengan cara turut mengawasi pengelolaan keuangan negara. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga:
"Jangan biarkan hutan kita dirusak. Mari kita bersama-sama melestarikan hutan," pintanya.

Tak hanya itu, Ade juga menyerukan agar masyarakat berperan aktif menolak segala bentuk prostitusi dan penyakit sosial lainnya. "Sangat miris jika hal ini dibiarkan. Mari kita berantas bersama seluruh tindak kejahatan yang merusak moral masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua HUDA sekaligus anggota MPU Aceh Tenggara, Abuya H. Basari Nur, dalam tausyiahnya menuturkan kisah keteladanan sahabat Nabi Muhammad SAW seperti Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang dijamin masuk surga, namun tetap tidak pernah meninggalkan salat berjamaah.

"Kita ini belum ada yang menjamin masuk surga, tapi masih banyak yang enggan melaksanakan salat berjamaah di masjid," ucap Abuya Basari.

Ia juga menceritakan kisah sahabat Nabi bernama Sya'ban, yang rumahnya paling jauh dari Masjid Nabawi, namun selalu hadir tepat waktu untuk salat berjamaah, bahkan menempuh perjalanan hingga tiga jam.

"Sya'ban meyakini sabda Rasulullah SAW bahwa setiap langkah menuju masjid akan menghapus dosa dan menaikkan derajat. Itulah yang dilakukan Sya'ban," tutup Abuya Basari Nur.(*).

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
58 Prajurit Kodim 0108/Agara Naik Pangkat, Satu Masuki Purna Tugas
3 Alumni SMAN 1 Kutacane Lolos IPDN 2025
PN Kutacane dan MAA Agara Bentuk Kerjasama Penyelesaian Sengketa
Saat Launching GATI, Bupati Agara Berkesempatan Dialog Dengan Menduk RI
Napi Kabur dari Lapas Kutacane Aceh, 12 Berhasil Ditangkap
Menteri Imipas: Hanya 6 Petugas Jaga Lapas Kutacane Saat Puluhan Napi Kabur
komentar
beritaTerbaru