Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Akhirnya Jalur ke Sibalanga Adiankoting Taput Dilalui, 16 Korban Longsor Terus Dievakuasi

Anwar Lubis - Jumat, 28 November 2025 17:07 WIB
1.261 view
Akhirnya Jalur ke Sibalanga Adiankoting Taput Dilalui, 16 Korban Longsor Terus Dievakuasi
Foto: Dok/L Situmeang
Wakil Bupati Taput, Deni Lumbantoruan bersama Kepala Desa Sibalanga, Ketua DPRD dan aparat kepolisian setempat memberikan keterangan, Jumat (28/11/2025).

Taput(harianSIB.com)

Setelah sempat terisolasi, akses jalan menuju Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), akhirnya dapat dilalui pada Jumat (28/11/2025). Hal ini memungkinkan tim gabungan untuk melanjutkan evakuasi 16 korban yang masih tertimbun longsor.

Wakil Bupati Taput, Deni Lumbantoruan, bersama Kepala Desa Sibalanga, Ketua DPRD Taput dan aparat kepolisian setempat mengonfirmasi, baru pada hari ini jalur dari Kota Tarutung menuju desa mereka dapat diakses.

"Baru hari ini kita bisa mengakses Desa Sibalanga dari Tarutung. Kami sekarang berada di sini bersama Pak Kepala Desa, Pak Ketua Ketua DPRD dan juga aparat kepolisian," ujar Deni dalam keterangannya.

Bencana tanah longsor yang melanda Desa Sibalanga menimbun sedikitnya 21 warga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 orang sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari relawan, masyarakat setempat dan aparat keamanan.

Baca Juga:
"Korban yang ditimpa longsor ada sekitar 21 orang. Lima orang sudah berhasil dievakuasi. Sekarang kita sedang berusaha untuk mengevakuasi sisanya 16 orang lagi," jelasnya.

Tim evakuasi terus berupaya keras untuk menemukan dan mengevakuasi 16 korban lainnya yang masih tertimbun material longsor. Proses pencarian terus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga keselamatan korban yang mungkin masih bertahan.

Meski akses utama sudah terbuka, proses evakuasi masih menghadapi kendala. Mobil pemadam kebakaran (damkar) yang diharapkan dapat membantu mempercepat evakuasi masih terhalang pohon besar yang tumbang di wilayah Pagaran Pisang

"Saat ini kami sedang menunggu mobil damkar agar evakuasi bisa lebih baik nanti. Karena kita juga menjaga kondisi korban," ungkap Deni

Ia menambahkan, mobil damkar masih terhalang oleh pohon besar di daerah Pagaran Pisang. "Harapan kita bisa datang bergabung dengan kita segera," ucapnya.

Dikatakannya, tim di lapangan tengah bekerja keras membersihkan jalur yang terhalang pohon tumbang agar kendaraan bantuan dapat segera tiba dan mempercepat proses evakuasi.

Di tengah situasi darurat, masyarakat Desa Sibalanga kini sudah dapat memenuhi kebutuhan pangan melalui dapur umum yang didirikan di lokasi bencana. Dapur umum ini dikelola oleh Kementerian Sosial dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat dan komunitas relawan.

"Saat ini masyarakat sudah berhasil kami penuhi kebutuhan makanannya. Ada dapur umum di sini dari Kementerian Sosial yang dibantu oleh masyarakat dan juga dari komunitas kaum muda," ujarnya.

Selain bantuan pangan, warga yang terdampak juga telah mendapatkan akses komunikasi melalui perangkat telepon satelit yang ditenagai dengan genset.

"Kita juga sudah siapkan akses untuk komunikasi melalui telepon satelit dengan perangkat genset yang ada," tambahnya.

Deni berharap, ada bantuan genset tambahan yang dapat disalurkan ke lokasi bencana. Genset tersebut sangat diperlukan untuk penerangan, mengingat proses evakuasi kemungkinan akan berlanjut hingga malam hari.

"Harapan kita juga ke depan ada beberapa genset lagi untuk penerangan yang dibutuhkan oleh masyarakat," katanya.

Di akhir keterangannya, Deni meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat untuk warga Desa Sibalanga dan wilayah sekitarnya yang terdampak bencana.

"Mohon doanya agar masyarakat di Sibalanga dan wilayah sekitarnya bisa semangat kembali," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi 16 korban yang masih tertimbun longsor terus dilakukan oleh tim gabungan dengan dukungan peralatan dan logistik yang terus berdatangan. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dampak Banjir, Kelangkaan BBM Meluas di Medan dan Sejumlah SPBU Terpaksa Tutup
Basarnas Kerahkan Personel Bantuan via Laut ke Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jumlah Korban Meninggal Sudah Ditemukan 11 Orang dan 35 Orang Hilang Pada Bencana Longsor di Taput
Tepi Jalan Tol Tanjungmorawa Longsor Tutup Jalan Kampung
Longsor di Kabanjahe, Timpa Dua Rumah
35 Titik Longsor Timbun Jalur Tarutung-Sibolga, Brimob Polda Sumut Turun Tangan
komentar
beritaTerbaru