Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 19 Agustus 2026

Satu-satunya Anak Laki-laki, Dua Pegawai Lapas Labuhanbilik Gugur dalam Kebakaran

Efran Simanjuntak - Senin, 22 Desember 2025 19:26 WIB
1.246 view
Satu-satunya Anak Laki-laki, Dua Pegawai Lapas Labuhanbilik Gugur dalam Kebakaran
Foto: Dok/Keluarga
TEWAS TERJEBAK API: Mendiang James Markus Purba (25), semasa hidup. Ia tewas saat terjebak api pada peristiwa kebakaran rumah kontrakannya di Labuhanbilik, Labuhanbatu, Minggu (21/12/2025) malam.

Labuhanbatu(harianSIB.com)

Fakta memilukan terungkap dari tragedi kebakaran rumah kontrakan di Jalan Sudirman, Kelurahan Labuhanbilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuhanbilik yang bertugas sebagai personel Keamanan dan Ketertiban (Kamtib).

Kedua korban adalah James Markus Purba (25) dan Samuel Alexander (23). Jiwa mereka terenggut kobaran api yang membakar rumah yang mereka huni. Mereka dikenal sebagai petugas muda yang berdedikasi dan memiliki rekam kinerja baik di lingkungan Lapas Labuhanbilik.

"Ya. Kedua korban merupakan personel Lapas Labuhanbilik," kata Plt Kasi Humas Polres Labuhanbatu Iptu Arwin SH dan Kapolsek AKP Amlan, Senin (22/12/2025), saat dikonfirmasi.

Setelah ditemukan meninggal dunia akibat terbakar, jenazah kedua korban langsung dibawa ke RSUD Rantauprapat untuk divisum dan otopsi. Tindakan medis tersebut dilakukan atas persetujuan keluarga untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.

Jenazah James Markus Purba dan Samuel Alexander, akan diserahkan ke pihak keluarga setelah selesai otopsi.

"Ya. Diserahkan setelah dilakukan autopsi oleh pihak rumah sakit," sebut Iptu Arwin menjawab jurnalis harianSIB.com.

Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Lapas Kelas III Labuhanbilik. Kepala Lapas, Leonardo Panjaitan SH MH mendampingi keluarga korban di ruang jenazah RSUD Rantauprapat. Ia mengaku sangat kehilangan dua personel muda yang selama ini dikenal disiplin dan bertanggungjawab.

"Kami sangat berduka. Ini kehilangan besar bagi keluarga Lapas Labuhanbilik," sebut Leonardo dengan haru.

Leonardo juga menjelaskan, Lapas Labuhanbilik sebenarnya memiliki kompleks rumah dinas. Namun, keterbatasan jumlah rumah membuat tidak semua pegawai dapat menempatinya. Ia menyebut, dirinya baru beberapa bulan menjabat Kalapas Labuhanbilik.

Tragedi ini semakin menyayat hati lantaran kedua korban memiliki kesamaan dalam perjalanan hidup. Selain sama-sama berstatus lajang, James dan Samuel merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarga masing-masing.

Samuel Alexander Pandiangan lahir 11 Januari 2002, penduduk Perumahan Jati Permai, Desa Pasar Melintang, Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. Samuel anak bungsu dari 3 bersaudara, dengan 2 kakak perempuan yang saat ini berada di Jakarta.

"Kami masih menunggu kepulangan kakaknya," ujar ibu kandung Samuel dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, James Markus Purba lahir pada 18 Januari 2000, dan warga Perumahan Flamboyan Blok C Nomor 15, Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura. Ia anak ketiga dari 4 bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki.

"James itu satu-satunya anak laki-laki kami," tutur ayah korban, Juni Iskandar Purba, dengan suara bergetar saat berada di rumah sakit.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran rumah kontrakan milik Rudi Damanik terjadi pada Minggu malam (21/12/2025) sekitar pukul 20.30 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Maulana Akbar Alhakim, yang saat itu berada di kamar belakang rumah.

"Saksi berada di kamar belakang saat api mulai membesar," ungkap Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala melalui Plt Kasi Humas Iptu Arwin.

Saksi sempat berupaya memadamkan api dan berteriak meminta pertolongan warga setempat. Namun naas, kedua korban yang berada di dalam kamar dengan kondisi pintu terkunci dari dalam, tidak sempat menyelamatkan diri.

Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan dengan bantuan warga, petugas kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan satu unit mobil Damkar. Setelah api padam, James ditemukan meninggal dunia di teras rumah, sementara Samuel ditemukan tak bernyawa di ruang tamu.

"Sumber api masih dalam penyelidikan. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta," jelas Iptu Arwin. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru