Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 03 Juni 2026

Bupati Masinton Nyalakan Kembang Api di Posko Pengungsian

Rosianna Anugerah Hutabarat - Kamis, 01 Januari 2026 18:53 WIB
743 view
Bupati Masinton Nyalakan Kembang Api di Posko Pengungsian
Foto: ist
Bupati Masinton Pasaribu menghadirkan pesta kembang api di Posko Pengungsi Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kamis (1/1/2026) pukul 24.01 WIB.

Tapteng (harianSIB.com)

Duka bencana masih menyelimuti wilayah Tapanuli Tengah. Tangis, lirih dan luka tak tertepis meski pascabencana 36 hari telah berlalu.

Tradisi perayaan tahun baru 2026, sunyi tanpa sinar lilin tanpa deretan lampu hias yang biasanya menghiasi masing masing rumah warga, tawa seakan lenyap. Keluarga pun enggan berkumpul karena kondisi infrastruktur yang belum pulih.

Semua fokus masyarakat kini terpusat pada penyelamatan, pemulihan, dan penghormatan kepada mereka yang telah pergi.

Di tengah kesunyian itu, suara peluncuran kembang api tiba-tiba membangunkan kedamaian malam di Posko Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Tapteng. Bupati Masinton, yang selama ini terus berada di garis depan menangani dampak bencana, bersama jajarannya dan ASN yang standby di lokasi memimpin acara yang tidak biasa ini.

Baca Juga:
Kamis, (1/1/2025) tepat pukul 24.01 WIB, puluhan kembang api dilepaskan ke udara. Sorak-sorak bergemuruh, gelak sukacita tercipta seketika melepas pergantian tahun dengan semangat baru.

Perayaan pergantian tahun baru memang bukan solusi penanganan bencana namun ini adalah trauma healing ala Bupati Tapanuli Tengah bagi pengungsi.

Tindakannya menyiratkan makna dari seorang pemimpin yang memahami bahwa selain menangani urusan praktis pascabencana, ia juga harus merawat hati dan semangat masyarakatnya.

Berperan bak artis dadakan, Masinton melantunkan lagu berharap suaranya yang tidak merdu berhasil menyulap sunyi menjadi semarak, semua larut dalam tawa berkejar-kejaran dengan bayang-bayang kembang api di udara. Seluruh pengungsi hanyut dalam dendang irama yang menghidupkan suasana.

Biarpun wajah lelah Masinton masih terlihat, namun baginya pemulihan trauma bagi rakyatnya juga prioritas utama yang tidak bisa ditunda.

Baginya, tak ada pemulihan yang benar-benar berhasil jika hati dan pikiran masyarakat masih terjebak dalam kegelapan trauma. (**)l

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polri: Teror Masih Jadi Ancaman Serius Jelang Natal dan Tahun Baru
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
DPRD Simalungun Minta Stok Sembako Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Aman
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Sahat Banurea Ditunjuk Sebagai Pelaksana Harian Bupati Pakpak Bharat
KPK Periksa Ketua DPRD Labuhanbatu soal Suap ke Bupati Pangonal
komentar
beritaTerbaru