Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 13 Juni 2026

Antisipasi Penurunan Muka Air, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba

Anwar Lubis - Kamis, 09 April 2026 19:59 WIB
930 view
Antisipasi Penurunan Muka Air, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba
Foto Dok/Kominfo)
Suasana Rapat Koordinasi Modifikasi Cuaca yang dipimpin Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison, di Kantor Meteorologi BMKG Silangit, Taput, Kamis (9/4/2026).

Taput(harianSIB.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Sumatera Utara, menyusul tren penurunan elevasi muka air danau yang terus berlangsung menjelang musim kemarau 2026.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison mengatakan, operasi tersebut direncanakan berlangsung mulai 9 April hingga 3 Mei 2026 sebagai langkah preventif untuk mengoptimalkan potensi curah hujan dan menjaga cadangan air sebelum kemarau tiba.

"Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca direkomendasikan pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, yaitu bulan April 2026," kata Edison saat memimpin Rapat Koordinasi Modifikasi Cuaca di Kantor Meteorologi BMKG Silangit, Taput, Kamis, (9/4/2026).

Berdasarkan pemantauan per 17 Maret 2026, elevasi muka air Danau Toba tercatat berada pada level +903,12 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan tren yang terus menurun akibat berkurangnya intensitas hujan di wilayah sekitar danau.

Baca Juga:
BMKG memperkirakan awal musim kemarau di wilayah DTA Danau Toba akan terjadi pada Dasarian I hingga Dasarian III bulan Mei 2026.

Apabila tren penurunan tersebut terus berlanjut hingga semester pertama 2026, kondisi itu berpotensi mengganggu sejumlah layanan vital di Wilayah Sungai Toba Asahan, meliputi layanan air baku untuk irigasi, pembangkitan listrik, distribusi air PDAM, serta kebutuhan industri.

Danau Toba merupakan aset strategis nasional yang memiliki fungsi vital dalam mendukung pembangkitan energi listrik, pengelolaan sumber daya air, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat dan industri di wilayah Sumatera Utara.

Perum Jasa Tirta I sebelumnya telah berkoordinasi dengan Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG pada 25 Maret 2026 untuk membahas langkah-langkah antisipasi terhadap ancaman penurunan muka air danau tersebut.

Rapat koordinasi yang berlangsung di BMKG Silangit itu dihadiri oleh para Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari kabupaten dan kota di kawasan Danau Toba.

Pemerintah Kabupaten Taput hadir diwakili Plt Kalak BPBD Binhot Aritonang dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Donna Situmeang.

Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan dengan metode cloud seeding atau penyemaian awan menggunakan bahan natrium klorida (NaCl) yang disebarkan melalui pesawat ke dalam awan-awan potensial di wilayah target guna merangsang pembentukan hujan.

BMKG sebelumnya telah kerap menggunakan teknologi serupa untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan serta pengisian cadangan waduk yang surut akibat kemarau panjang di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan dilaksanakannya operasi ini, pemerintah berharap cadangan air Danau Toba dapat dipertahankan pada level aman guna menjamin kelangsungan pasokan listrik dan air bagi masyarakat Sumatera Utara sepanjang musim kemarau 2026 (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
Produksi Padi Berkurang Akibat Faktor Cuaca
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
komentar
beritaTerbaru