Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Harga LPG 3 Kg di Palas Masih Rp35 Ribu, Jauh di Atas HET

Robert Nainggolan - Rabu, 15 April 2026 06:45 WIB
205 view
Harga LPG 3 Kg di Palas Masih Rp35 Ribu, Jauh di Atas HET
harianSIB.com/Robert Nainggolan
Tabung LPG 3 kilogram yang dijual pengecer di wilayah Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, masih ditemukan di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah, Selasa (14/4/2026).

Sibuhuan(harianSIB.com)

Harga gas LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Padang Lawas hingga kini masih ditemukan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pada tingkat pengecer. Di wilayah Sibuhuan, Selasa (14/4/2026), harga LPG 3 kg berkisar Rp35.000 hingga Rp38.000 per tabung.

Padahal, berdasarkan Keputusan Bupati Padang Lawas tahun 2023, HET resmi LPG subsidi 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp20.500 per tabung.

Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Padang Lawas pada Maret 2026 telah melakukan penindakan terhadap sejumlah pengecer yang menjual LPG di atas HET di wilayah Sibuhuan.

Baca Juga:
Selain itu, kepolisian bersama pemerintah daerah juga menggelar sosialisasi dan penandatanganan nota kesepakatan dengan agen serta pangkalan LPG se-Kabupaten Padang Lawas di Hotel Al Marwan, Rabu (9/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kasat Reskrim Polres Palas Irwansyah Sitorus, perwakilan Pemkab Padang Lawas, pihak Pertamina Sibolga, serta agen dan pemilik pangkalan LPG.

Dalam pertemuan itu, seluruh pihak berkomitmen menjaga stabilitas harga LPG 3 kg agar tetap sesuai HET. Polisi juga menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak ke pangkalan secara rutin.

Namun hingga kini, harga di tingkat pengecer belum menunjukkan penurunan. Sejumlah warga mengaku masih terpaksa membeli dengan harga mahal karena kebutuhan rumah tangga dan stok di pangkalan sering kosong.

"Kami belinya tetap mahal, bisa sampai Rp35 ribu lebih. Padahal kami dengar sudah ada penindakan dari polisi dan sosialisasi, tapi di lapangan harganya masih sama saja," ujar seorang ibu rumah tangga di Sibuhuan yang enggan disebutkan namanya.

Warga lainnya, Rina (34), juga menyampaikan keluhan serupa. "Mau bagaimana lagi, kami butuh untuk masak tiap hari. Walaupun mahal tetap dibeli, karena di pangkalan juga kadang kosong," katanya.

Seorang pengecer di Sibuhuan mengaku harga jual tinggi karena modal pembelian juga sudah mahal. "Kalau kami jual sesuai HET, tidak balik modal. Jadi mau tidak mau ikut harga yang ada di lapangan," ujarnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan masyarakat terkait efektivitas pengawasan dan distribusi LPG subsidi di daerah tersebut. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan terus memperketat pengawasan agar penyaluran tepat sasaran dan harga sesuai ketentuan.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejagung Telusuri Aset Milik Tersangka Korupsi Investasi Pertamina di BMG Australia
Eks Pekerja Chevron Siap Bantu Operasi Pertamina di Unit Lain
Polrestabes Medan Gerebek Pangkalan LPG NSPO Pertamina Gas Elpiji Bersubsidi di Kawasan Sunggal
Polisi Amankan 16 Ton Biosolar Milik Pertamina dan 3 Tersangka
PT Pertamina MOR I Berangkatkan 23 Relawan Bantu Pemulihan Pasokan BBM di Sulteng
Mengandung Motif Etnis Sumut, Batik Medan Didukung Pertamina
komentar
beritaTerbaru