Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Simulasi, Peleton Dalmas Polres Dairi Pukul Mundur Massa Unras

Edison P Malau - Kamis, 30 April 2026 20:44 WIB
98 view
Simulasi, Peleton Dalmas Polres Dairi Pukul Mundur Massa Unras
foto harianSIB.com/ Edison P. Malau
Bakar Ban: Aksi massa pengunjuk rasa semakin memanas dan membakar ban di halaman Mako Polres Dairi, karena tidak berhasil menyampaikan aspirasinya, pada simulasi tactical wall game Sispam Kota, Kamis (30/6/2026) di Mako Polres Dairi, Jalan Sisingamangaraj

Sidikalang(harianSIB.com)

Peleton Pengendalian Massa Polres Dairi, berhasil memukul mundur masyarakat yang aksi unjuk rasa (Unras) Kamis (30/6/2026) di Mako Polres Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Peleton Pengendalian Massa (Ton Dalmas) yang menggunakan tameng pelindung, berusaha dengan maksimal untuk mengendalikan pergerakan massa yang sudah membakar ban bekas di halaman Markas Komando (Mako) Polres Dairi.

Aksi personil Polres Dairi disaksikan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dairi, pada simulasi tactical wall game sistem pengamanan (Sispam) kota, dengan menggunakan kendaraan perintis (Rantis) berupa water cannon, hingga menggunakan senjata laras panjang.

Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan MK selaku Inspektur Upacara (Irup) menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan profesionalisme Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Disebutkannya, simulasi dilakukan sebagai latihan untuk melayani masyarakat memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat aksi unjuk rasa di wilayah Kabupaten Dairi.

Baca Juga:
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan Kamtibmas, khususnya saat terjadi aksi unjuk rasa. Simulasi ini berlangsung dengan menampilkan berbagai tahapan pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku," ujarnya.

Simulasi diawali dengan apel persiapan, seluruh personel yang terlibat mendapatkan arahan terkait teknis pelaksanaan serta penekanan pentingnya bertindak profesional, humanis, dan terukur dalam setiap situasi. Selanjutnya, diperagakan mulai dari kondisi massa yang menyampaikan aspirasi secara damai hingga berkembang menjadi situasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Awalnya, personel melakukan pendekatan persuasif melalui negosiator guna menjaga situasi tetap kondusif. Namun, massa mulai menunjukkan sikap tidak tertib hingga akhirnya digambarkan menjadi anarkis. Menghadapi kondisi tersebut, personel Dalmas bergerak sesuai tahapan, mulai dari Dalmas awal hingga Dalmas lanjut dengan perlengkapan lengkap.

Seluruh personil melakukan tindakan tegas dan terukur dalam mengendalikan massa, tanpa mengesampingkan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia. Setelah kondisi semakin memanas, personil menurunkan Rantis water cannon, secara bersamaan dengan personil Dalmas memukul mundur para pendemo.

Setelah memadamkan api yang sudah sempat membara dengan air dari water cannon, Ton Dalmas berhasil memukul mundur, selanjutnya melakukan negosiasi, serta menghadirkan pejabat yang menjadi target para pendemo untuk bertemu menyampaikan aspirasi. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Polres Dairi Amankan Oknum Polisi Pakpak Bharat
Ratusan ‟Omak-omak‟ dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Bupati Asahan
Pujakesuma Keturunan Boyolali Unjuk Rasa ke DPRD Langkat
IPK Unjuk Rasa Tuding Kinerja Pemkab dan DPRD Batubara Bobrok
Massa Aliansi Anti Korupsi Unjuk Rasa Soroti Dugaan Pungli di SMAN 2 Padangsidimpuan
komentar
beritaTerbaru