Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 01 Juni 2026

Dandim 0211 Tapteng Jadi Irup Harlah Pancasila: Fondasi Perdamaian Dunia

Rosianna Anugerah Hutabarat - Senin, 01 Juni 2026 12:13 WIB
123 view
Dandim 0211 Tapteng Jadi Irup Harlah Pancasila: Fondasi Perdamaian Dunia
Foto: harianSIB.com/ Rosianna Anugerah Hutabarat
Dandim 0211 TT Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono menjadi irup peringatan Harlah Pancasila, di Lapangan GOR Pandan, Senin (1/6/2026).

Tapteng (harianSIB.com)

Dandim 0211 Tapanuli Tengah (Tapteng) Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono menjadi inspektur upacara (irup) peringatan Hari Lahir Pancasila, di Lapangan GOR Pandan, Senin (1/6/2026) pagi.

Upacara berjalan khidmat dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, unsur Forkopimda, TNI, Sekretaris Daerah, PKK Tapteng, Pimpinan DPRD Tapteng, Basarnas Pos Sibolga, Organisasi Persatuan Istri Aparatur Negara, unsur OPD, ASN, OKP dan pelajar.

Sang saka Bendera Merah Putih sukses dikibarkan oleh anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dandim Bayu Hanuranto membacakan pidato Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan, Pancasila sebagai fondasi perdamaian dunia. Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Baca Juga:
Dikatakan, Pancasila adalah jangkar moral, bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi.

"Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," ucapnya.

"Peran kita dalam mediasi konflik regional serta konsistensi. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekedar ketiadaan perang

melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat Indonesia," lanjut Dandim.

Dalam kesempatan ini, Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono mengajak seluruh elemen bangsa khususnya generasi muda menjadi penjaga masa depan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup.

Para menteri dan kepala daerah diminta agar setiap kebijakan publik lahir berlandasan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil.

"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," pungkasnya. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Terlibat Dugaan Penipuan Proyek, Mantan Bupati Tapteng Diadili
Poldasu Tangani Dua Kasus Melibatkan Dua Mantan Bupati Tapteng
Bebas dari Sukamiskin, Mantan Bupati Tapteng Bonaran Situmeang Ditangkap Poldasu
Dihadiri Wakil Bupati Tapteng, PSDC Mewakili Kontingen Sumut Tampil Memukau
Anggota DPR RI Masinton Pasaribu Hadiri HUT ke-8 Ikatan Muda Mudi Pasaribu dan Boru Jabodetabek
Poldasu Tepis Isu Penangguhan Penahanan Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung
komentar
beritaTerbaru