Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026

Wabup Tapteng Dorong Percepatan LTT Demi Swasembada Pangan

Rosianna Anugerah Hutabarat - Kamis, 11 Juni 2026 18:58 WIB
238 view
Wabup Tapteng Dorong Percepatan LTT Demi Swasembada Pangan
Foto: Dok/Diskominfo Tapteng
Rakor Evaluasi dan Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) serta penyaluran bantuan Kementerian Pertanian untuk Wilayah Rayon 6 di Aula Makodim 0211/TT, Sibolga, Rabu (10/6/2026).

Sibolga(harianSIB.com)

Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) serta penyaluran bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Wilayah Rayon 6 di Aula Makodim 0211/TT, Jalan Sisingamangaraja, Sibolga, Rabu (10/6/2026).

Rakor tersebut diikuti lima daerah yang tergabung dalam Rayon 6, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Kota Sibolga, dan Kota Pematangsiantar.

Dalam sambutannya, Mahmud Efendi menegaskan sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat sehingga program LTT tidak boleh dipandang sekadar pencapaian angka statistik.

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga:
"Peningkatan luas tambah tanam bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas pasokan bahan pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta mendukung program swasembada pangan nasional," ujar Mahmud dalam rilis yang diterima, Kamis (11/6/2026).

Ia mengatakan, optimalisasi lahan melalui strategi LTT menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan kelembagaan pertanian.

Mahmud juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah desa hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan, penerapan teknologi pertanian modern, pemanfaatan lahan tidur, serta pengelolaan irigasi yang baik harus menjadi perhatian bersama.

Di sisi lain, Mahmud mengakui sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, ancaman banjir dan kekeringan, keterbatasan sarana produksi, hingga alih fungsi lahan pertanian.

"Namun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan kerja keras, tantangan tersebut dapat kita hadapi bersama," imbuhnya.

Melalui rakor tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar daerah di Wilayah Rayon 6 guna mempercepat realisasi target tanam dan memastikan bantuan dari Kementerian Pertanian tersalurkan tepat sasaran demi memperkuat ketahanan pangan kawasan. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Swasembada Pangan Ala Orba Diungkap, Petani Tidak Sejahtera dan Tidak Bebas Tanam Padi
Jalan Rusak di Bandarkhalifah Picu Naiknya Ongkos Angkut Hasil Pertanian
Petani Harapkan Daftar Harga Pertanian di Simalungun
Hingga Oktober 2018, Lahan Pertanian yang Diasuransikan 5.001,95 Ha
Gubsu Buka Rakor dan Sinkronisasi Dinas Pertanian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Pertanian di Entikong
komentar
beritaTerbaru