Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026

Polres Labuhanbatu Dalami Kasus Kematian Warga di Labura, 10 Saksi Diperiksa

Efran Simanjuntak - Kamis, 18 Juni 2026 11:47 WIB
260 view
Polres Labuhanbatu Dalami Kasus Kematian Warga di Labura, 10 Saksi Diperiksa
Foto: Dok/Humas Polres
DALAMI KASUS: Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan pihaknya sedang mendalami kasus tewasnya Luis David Hutabarat dan sedang memeriksa saksi-saksi, Rabu (17/6/2026).

Rantauprapat(harianSIB.com)

Polres Labuhanbatu mendalami kasus kematian Luis David Hutabarat (33), warga Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh 4 oknum petugas pengamanan PT APN Regional Sumatera Utara I Labura. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik karena memicu reaksi luas dari masyarakat setempat.

Penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi hingga Rabu (17/6/2026) malam, untuk mengungkap rangkaian kejadian yang berujung pada tewasnya korban dan ditemukan tergeletak di Desa Sukarame, Selasa(16/6/2026) sore. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah pihak yang dinilai mengetahui secara langsung maupun tidak langsung peristiwa tersebut.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan, dari 10 saksi yang diperiksa, 4 orang merupakan petugas pengamanan perusahaan yang berada di lokasi saat kejadian. Keterangan mereka dinilai penting untuk menyusun kronologi secara utuh.

"Selain petugas keamanan perusahaan, penyidik juga telah memintai keterangan dari 4 warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Polisi turut memeriksa dua anggota keluarga korban, termasuk istri korban, boru Nainggolan, untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan," kata Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Panggil Simbolon dan Direktur RSUD Rantauprapat dr Ady Subrata menjawab wartawan di komplek RSUD Rantauprapat.

Baca Juga:
Menurut Wahyu, penyidik saat ini masih bekerja mengumpulkan berbagai alat bukti dan mencocokkan keterangan para saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap fakta yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Dalam proses penyelidikan, katanya, pihaknya juga telah 2 kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil dari olah TKP tersebut akan dipadukan dengan keterangan saksi dan bukti lainnya untuk memperjelas konstruksi perkara yang sedang ditangani.

"Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, akan dilakukan prarekonstruksi untuk memastikan terpenuhinya minimal dua alat bukti yang cukup sebelum penetapan tersangka. Selanjutnya akan dilakukan gelar perkara," sebut Wahyu.

Kapolres menegaskan pihaknya berkomitmen menangani kasus tersebut secara profesional, transparan dan objektif. Menurut Wahyu, timnya akan bekerja berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan tanpa dipengaruhi tekanan dari pihak mana pun.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden itu diduga bermula dari adanya dugaan pencurian tandan buah kelapa sawit di areal perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara. Petugas keamanan perusahaan kemudian melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut.

Dari rangkaian kejadian yang masih didalami penyidik itu, Luis David Hutabarat ditemukan meninggal dunia di Blok K33 areal perusahaan. Polisi masih berupaya mengungkap secara pasti penyebab kematian korban dan pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Kabar meninggalnya korban tergeletak di perladangan memicu kemarahan warga. Massa yang mengetahui kejadian itu melakukan aksi spontan berupa pembakaran kantor dan mes perusahaan dan perusakan sejumlah fasilitas perusahaan. Situasi sempat memanas hingga menarik perhatian aparat keamanan untuk melakukan pengamanan di lokasi.

Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan situasi keamanan di Kualuh Hulu tetap kondusif. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait

Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/theme/detail.php on line 406
komentar
beritaTerbaru