Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Ali Wahab Hutapea, Korban Banjir Jadi Pengelola Martabe Cacao

Rosianna Anugerah Hutabarat - Sabtu, 11 Juli 2026 19:14 WIB
1.507 view
Ali Wahab Hutapea, Korban Banjir Jadi Pengelola Martabe Cacao
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Ali Wahab Hutapea, saat ditemui di areal Martabe Cocoa Desa Napa, Batang Toru, Tapsel, Sabtu (11/7/2026).

Tapsel(harianSIB.com)

Ali Wahab Hutapea (25), warga Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), korban bencana banjir pada 2025 lalu, kini telah menapaki jenjang karir baru.

Ia diangkat menjadi pengelola di unit pembudidayaan cokelat Martabe Cacao, salah satu Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tambang Emas Martabe PT Agincourt Resources (PTAR).

Wahab bercerita bagaimana PTAR memberdayakan masyarakat lokal Batang Toru untuk tetap dapat memperoleh pekerjaan meskipun bukan sebagai karyawan tambang.

Baginya, kesempatan ini adalah bukti nyata masyarakat setempat tetap memiliki tempat dan peran penting dalam kemajuan wilayah, sekalipun tidak bekerja langsung di area pertambangan.

Baca Juga:
Selain menerima upah yang layak, Wahab dan dua rekan lainnya juga berkesempatan dibekali pengetahuan lengkap bertani kakao mulai dari tahap perkecambahan biji, perawatan tanaman, cara panen yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses pengolahan pascapanen.

"Di awal bergabung kami sudah pelatihan di CP Scorpio, tepatnya di Payakumbu. Selama satu bulan memang betul-betul dibekali untuk ilmu dasar sampai hulu sampai hilir tentang kakao," terang Sarjana Pertanian ini kepada harianSIB.com, di areal Martabe Cocoa Desa Napa, Batang Toru, Tapsel, Sabtu (11/7/2026).

Selain menjadi pembudidaya cokelat, Wahab juga bertugas memberikan pendampingan teknis ke petani penerima bibit pohon cokelat unggul dari program ini.

Menurut pria kelahiran 2001 ini, menjadi mitra binaan PTAR memberikan kesempatan besar terhadapnya menjadi wirausahawan, pembuka lapangan pekerjaan bukan pencari kerja lagi.

Sementara itu, Supervisor Agriculture Development Agincourt Resources, Ilham Perwira, menyebutkan, Martabe Cocoa bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao petani binaan, menciptakan nilai tambah melalui pengolahan kakao menjadi produk jadi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang usaha baru serta memperkuat identitas Tapanuli Selatan sebagai daerah penghasil kakao berkualitas.

Saat ini, katanya, bahan baku produk Martabe Cocoa diperoleh dari berbagai wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Ke depan, kebutuhan bahan baku tersebut ditargetkan dapat dipenuhi dari hasil panen petani binaan di Kecamatan Batang Toru," harapnya.

Mengusung sistem dari hilir hingga hulu, PTAR tidak hanya melakukan pembudidayaan cokelat, namun pascapanen dan pengolahan yang berfokus pada peningkatan kualitas fermentasi dan pengeringan biji kakao.

Progres ini dilanjutkan pada pembuatan produk cokelat premium, yakni Martabe Chocolate yang diproduksi di Rumah Cokelat juga dikelola oleh sarjana penerima beasiswa Martabe Prestasi.

Kini, produk Martabe Chocolate telah dipasarkan di pusat UMKM binaan PT Agincourt Resources, Bagas Silua yang terletak di pintu gerbang area Tambang Emas Martabe, platform digital hingga Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU). (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PB Iklas Bantu Korban Banjir Labusel
Gubsu Hadiri Tahlilan di Pengungsian, Doakan Korban Banjir Bandang Madina
Poldasu Kirim Sembako untuk Korban Banjir Bandang Madina
Wabup Ajak FKUB Sergai Bantu Masyarakat Korban Banjir
Pemkab Deliserdang Bantu Korban Banjir di Labuhandeli dan Hamparanperak
PSP Bantu Korban Banjir di Labuhandeli
komentar
beritaTerbaru