Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026

Jabatan Politik Hanya Sementara, Ketua DPRD Nias Tetap Aktif Bertani

Normalius Gori - Rabu, 19 Agustus 2026 20:33 WIB
641 view
Jabatan Politik Hanya Sementara, Ketua DPRD Nias Tetap Aktif Bertani
Foto: harianSIB.com/Normalius Gori
Ketua DPRD Nias Sabayuti Gulo

Nias(harianSIB.com)

Ketua DPRD Kabupaten Nias, Sabayuti Gulo, tetap aktif bertani di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga legislatif. Ia mengembangkan sejumlah usaha pertanian dan peternakan, mulai dari bawang, cabai, ikan lele hingga ayam ras petelur.

Saat ditemui harianSIB.com di lokasi pertaniannya di Desa Siforoasi, Kecamatan Sοmolomolo, Kabupaten Nias, Rabu (19/8/2026), ia menegaskan, jabatan politik merupakan amanah yang sifatnya sementara, sedangkan bertani merupakan bagian dari kehidupan yang terus dijalaninya.

"Saya lahir dari keluarga petani di desa ini dan tumbuh dengan nilai kerja keras serta kesederhanaan. Kini, meski dipercaya memimpin lembaga legislatif daerah, saya tetap kembali ke desa dan menggarap lahan pertanian," ujar Sabayuti.

Menurutnya, menjadi anggota DPRD bukan pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Namun, ia tetap menempatkan pertanian sebagai bagian penting dalam kehidupannya karena dari sektor tersebut masyarakat dapat membangun kemandirian dan kesejahteraan.

Baca Juga:
"Menjadi anggota dewan adalah pengabdian dan sifatnya sementara. Bertani tetap yang utama, karena dari tanah kita hidup dan dari peluh kita belajar arti kedaulatan," katanya.

Sabayuti berharap aktivitas pertanian yang dilakukannya dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menilai pendidikan tidak harus selalu berujung pada keinginan menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau pejabat.

"Melalui usaha pertanian, kita juga bisa sukses. Pendidikan harus membuka wawasan, bukan membatasi cita-cita," tambahnya.

Sebagai Ketua DPRD Nias dari Fraksi PDI Perjuangan, Sabayuti ingin menunjukkan pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui keteladanan nyata. Ia berharap generasi muda Nias tidak memandang pertanian sebagai pekerjaan kelas dua, melainkan sebagai profesi yang mulia dan memiliki peluang besar untuk mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Antisipasi Risiko Gagal Panen, Petani Sergai Diimbau Manfaatkan Asuransi Tanaman Padi
Swasembada Pangan Ala Orba Diungkap, Petani Tidak Sejahtera dan Tidak Bebas Tanam Padi
Jalan Rusak di Bandarkhalifah Picu Naiknya Ongkos Angkut Hasil Pertanian
Cara Baru Menambah Jumlah Petani
Harga Sawit ke Titik Terendah, Petani Minta Genjot Produksi Biodiesel
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
komentar
beritaTerbaru