Nias(harianSIB.com)
Ketua DPRD Kabupaten Nias, Sabayuti Gulo, tetap aktif bertani di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga legislatif. Ia mengembangkan sejumlah usaha pertanian dan peternakan, mulai dari bawang, cabai, ikan lele hingga ayam ras petelur.
Saat ditemui harianSIB.com di lokasi pertaniannya di Desa Siforoasi, Kecamatan Sοmolomolo, Kabupaten Nias, Rabu (19/8/2026), ia menegaskan, jabatan politik merupakan amanah yang sifatnya sementara, sedangkan bertani merupakan bagian dari kehidupan yang terus dijalaninya.
"Saya lahir dari keluarga petani di desa ini dan tumbuh dengan nilai kerja keras serta kesederhanaan. Kini, meski dipercaya memimpin lembaga legislatif daerah, saya tetap kembali ke desa dan menggarap lahan pertanian," ujar Sabayuti.
Menurutnya, menjadi anggota DPRD bukan pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Namun, ia tetap menempatkan pertanian sebagai bagian penting dalam kehidupannya karena dari sektor tersebut masyarakat dapat membangun kemandirian dan kesejahteraan.
Baca Juga:
"Menjadi anggota dewan adalah pengabdian dan sifatnya sementara.
Bertani tetap yang utama, karena dari tanah kita hidup dan dari peluh kita belajar arti kedaulatan," katanya.
Sabayuti berharap aktivitas pertanian yang dilakukannya dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menilai pendidikan tidak harus selalu berujung pada keinginan menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau pejabat.
"Melalui usaha pertanian, kita juga bisa sukses. Pendidikan harus membuka wawasan, bukan membatasi cita-cita," tambahnya.
Sebagai Ketua DPRD Nias dari Fraksi PDI Perjuangan, Sabayuti ingin menunjukkan pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui keteladanan nyata. Ia berharap generasi muda Nias tidak memandang pertanian sebagai pekerjaan kelas dua, melainkan sebagai profesi yang mulia dan memiliki peluang besar untuk mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian.(*)