Pemkab Karo bersama TNI-Polri menyiagakan armada antar-jemput untuk mengantisipasi warga yang masih berada di ladang. Di Desa Payung yang berada di luar zona evakuasi utama, kendaraan dan personel tetap disiagakan apabila aktivitas Gunung Sinabung meningkat.
Sebanyak 843 personel gabungan dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri dan relawan juga disebut telah disiagakan di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.
Kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah dalam radius 6 kilometer, yakni SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati dan SMPN 1 Atap Payung, sementara diliburkan. Sekolah-sekolah itu dipersiapkan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau sekolah lapangan.
Selain pembagian lebih dari 35.000 masker gratis, petugas melakukan penyiraman abu vulkanik di sejumlah ruas jalan protokol wilayah Berastagi. Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum, tenda darurat, mobil tangki air bersih dan toilet portabel. Jalur serta sejumlah objek wisata di kawasan rawan, termasuk Danau Lau Kawar, ditutup total untuk umum.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengingatkan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Karo pada sore dan malam hari selama 1–5 September 2026. Kondisi itu berpotensi memicu bahaya sekunder berupa lahar dingin maupun tanah longsor. (**)