Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Bobby Instruksikan Evakuasi Warga Zona Bahaya Sinabung

Danres Saragih - Selasa, 01 September 2026 21:44 WIB
553 view
Bobby Instruksikan Evakuasi Warga Zona Bahaya Sinabung
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution rapat teknis bersama Bupati Karo Antonius Ginting, Forkopimda Kabupaten Karo, serta Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung Armen Putra di PVMBG Sinabung, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Karo(harianSIB.com)

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menginstruksikan percepatan evakuasi warga yang berada di zona bahaya, menyusul peningkatan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Keselamatan jiwa diminta menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat erupsi.

Instruksi itu disampaikan Bobby Nasution saat memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi bersama Forkopimda di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Bobby meminta pemerintah daerah dan Forkopimda memastikan kebutuhan warga selama proses evakuasi terpenuhi. Evakuasi masyarakat, khususnya warga di zona merah, diminta dilakukan secara menyeluruh dan tegas untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

"Utamakan keselamatan jiwa. Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan dan keselamatan mereka," tegas Bobby.

Baca Juga:
Selain evakuasi, Bobby meminta fasilitas pendukung di lokasi pengungsian disiapkan secara maksimal. Pemprov Sumut, katanya, siap memberikan dukungan logistik, peralatan evakuasi hingga kebutuhan operasional personel di lapangan.

"Jangan setengah-setengah memberikan fasilitas untuk masyarakat di pengungsian. Gunakan anggaran dengan baik, sediakan fasilitas yang layak dan nyaman," tambahnya.

Peningkatan status Gunung Sinabung ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB. Keputusan itu disebut diambil setelah Gunung Sinabung memuntahkan kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak serta merekam aktivitas gempa vulkanik berkelanjutan.

Kepala Pos PGA Sinabung, Armen Putra, mengatakan pengamatan visual dan seismik mengindikasikan adanya pergerakan magma menuju permukaan yang berpotensi membongkar kubah lava sisa erupsi sebelumnya.

"Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi yang cukup besar seperti tahun 2019 dan 2020," terang Armen.

Seiring peningkatan status tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi zona bahaya baru dengan radius 3 kilometer serta sektoral 6 kilometer pada sektor timur dan selatan.

Bupati Karo Antonius Ginting melaporkan, evakuasi utama difokuskan di Desa Kuta Tengah yang secara geografis dikelilingi zona merah. Rencana evakuasi mencakup 140 kepala keluarga atau sekitar 684 jiwa.

"Hingga siang ini, lebih dari 260 jiwa telah digeser secara bertahap menuju lokasi pengungsian di Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu," ujar Antonius.

Pemkab Karo bersama TNI-Polri menyiagakan armada antar-jemput untuk mengantisipasi warga yang masih berada di ladang. Di Desa Payung yang berada di luar zona evakuasi utama, kendaraan dan personel tetap disiagakan apabila aktivitas Gunung Sinabung meningkat.

Sebanyak 843 personel gabungan dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri dan relawan juga disebut telah disiagakan di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.

Kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah dalam radius 6 kilometer, yakni SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati dan SMPN 1 Atap Payung, sementara diliburkan. Sekolah-sekolah itu dipersiapkan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau sekolah lapangan.

Selain pembagian lebih dari 35.000 masker gratis, petugas melakukan penyiraman abu vulkanik di sejumlah ruas jalan protokol wilayah Berastagi. Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum, tenda darurat, mobil tangki air bersih dan toilet portabel. Jalur serta sejumlah objek wisata di kawasan rawan, termasuk Danau Lau Kawar, ditutup total untuk umum.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengingatkan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Karo pada sore dan malam hari selama 1–5 September 2026. Kondisi itu berpotensi memicu bahaya sekunder berupa lahar dingin maupun tanah longsor. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Karo Dukung Bangunan Risha Berbahan Vulkanik Gunung Sinabung
Gubernur Sumut Ajak Umat Islam Teladani Rasulullah
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Plt Bupati Labuhanbatu dan Forkopimda Hadiri Milad KAHMI
Peduli Korban Gempa, Forkopimda Sergai Gelar Dzikir dan Galang Dana
Pangdam I/Bukit Barisan Bersilaturahim dengan Forkopimda Binjai
komentar
beritaTerbaru