Tebingtinggi(harianSIB.com)
Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar Musa Rajekshah meninjau pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Sungai Sei Padang dan Sungai Sibarau, Kota Tebingtinggi, Jumat (2/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Musa Rajekshah didampingi Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi.
Musa Rajekshah mengatakan, Kota Tebingtinggi merupakan wilayah yang dilintasi dua sungai. Kondisi tersebut membuat kawasan permukiman berpotensi terdampak banjir ketika debit air meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi.
"Kota Tebingtinggi ini kita ketahui ada dua sungai yang melintasinya. Karena itu debit air ketika hujan melanda kerap tidak tertampung sehingga meluap ke permukiman, sehingga menyebabkan banjir," kata Musa Rajekshah.
Baca Juga:
Pria yang akrab disapa
Ijeck itu mengatakan, pembangunan dinding penahan sungai yang dilakukan BBWS Sumatera II Medan merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak banjir.
Karena itu, ia turun langsung meninjau pembangunan tersebut guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Sudah dilaksanakan oleh BBWS Sumatera II Medan sepanjang 500 meter. Ini diharapkan Pemkot Tebingtinggi bisa ikut berpartisipasi menyampaikan aspirasi untuk kemudian saya bahas di Komisi V DPR RI," ujarnya.
Selain Sungai Sei Padang, Ijeck juga meninjau Sungai Sibarau. Di lokasi tersebut, pembangunan tembok penahan banjir telah dilakukan sepanjang sekitar 200 meter.
Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi kepada Musa Rajekshah dan BBWS Sumatera II Medan atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kota Tebingtinggi.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Musa Rajekshah dan BBWS sudah memperhatikan Kota Tebingtinggi dan ini sudah sangat membantu pembangunannya. Warga juga diharapkan dapat menjaga dan merawat pembangunan penahan banjir," katanya.
Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi menjelaskan, konstruksi pada lokasi pertama berupa parapet atau dinding beton tegak lurus yang berfungsi menahan air sungai agar tidak meluap ke permukiman warga.
Sedangkan pada lokasi kedua, BBWS Sumatera II Medan membangun konstruksi untuk menahan gerusan dan abrasi sungai.
"Konstruksinya berupa susunan beton yang dipasang di kaki dasar sungai untuk menahan gerusan akibat abrasi air sungai. Jika tanpa pelindung, gerusan dapat mengikis sungai terus-menerus dan bahkan mengancam rumah penduduk," jelasnya. (*)
Editor
: Wilfred Manullang