Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026
Gelar Buka Puasa Bersama

BBPJN Tempatkan Tim Khusus Siaga di Titik Rawan Jalur Mudik 2018

- Rabu, 06 Juni 2018 12:35 WIB
362 view
BBPJN Tempatkan Tim Khusus Siaga di Titik Rawan Jalur Mudik 2018
Medan (SIB) -Tiga jalur lintasan mudik dan balik untuk musim Lebaran 2018 di Sumut dipastikan dalam kondisi baik, yaitu pada lintas timur, lintas tengah dan lintas barat. Tim Posko Jalur Lebaran dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-II Medan telah menetapkan tim khusus untuk siaga dengan sejumlah armada pada titik-lokasi rawan, khususnya pada jalur lintas tengah dan jalur alternatif setempat.

Kepala BBPJN-II Medan Ir Paul Ames Halomoan Siahaan MSc bersama Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Jalan Ir Jon Sudiman Damanik MM menegaskan, kondisi jalan nasional untuk jalur Lebaran 2018 jauh lebih baik dari kondisi tahun-tahun sebelumnya, namun posisi jalan atau jalur lintas timur masih tetap jadi primadona pilihan pengguna jalan mudik.

"Ada tiga jalur untuk mudik atau balik selama musim Lebaran di Sumut, yang pada umumnya dalam kondisi baik atau lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk mengantisipasi hal-hal rawan seperti longsor pada beberapa lokasi di jalur tengah, kita (BBPJN-II) sudah siapkan tim siaga dengan kelengkapan armada alat berat seperti loader, backhoe, excavator, dumptruk dan lainnya. Dari ketiga jalur ini, jalur timur memang lebih aman dan masih menjadi pilihan bagi mayoritas pengguna jalan, baik untuk mudik maupun reguler," ujar Paul Siahaan kepada pers di Medan, Senin (4/6).

Dia memaparkan hal itu dalam konferensi pers di aula kantor BBPJN-II Medan, sebelum dilanjutkan dengan temu ramah berbuka puasa di resto Budaya jalan Sisingamangaraja, bersama keluarga besar BBPJN-II Medan dan jajaran pers. Hadir antara lain kepala Satker Medan Metropolitan Ir Zamzami, Kepala Satgas Penertiban Reklame di Jalan Tol Ir Simon Ginting, PPK 18 Irganda Siburian ST dan lainnya para staf bidang pengujian dan pembangunan jalan.

Pada kesempatan itu, kepala BBPJN-II Medan juga memaparkan sejumlah realisasi atau progres plus beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kerja, khususnya hingga posisi per 4 Juni 2018. Secara nasional, kinerja BBPJN-II Medan menempati urutan ke-2 dalam realisasi progres pekerjaan fisik di jajaran balai 20 kantor balai se-Indonesia, dengan persentase 31,07 persen, setelah progres BBPJN XI Banjarmasin sebesar 34,22 persen. Sementara di jajaran balai 'non besar' atau BPJN, kinerja BPJN-XII Balikpapan tertinggi dengan progres 35,39 persen, selebihnya rata-rata di bawah 30 persen.

Paul juga memaparkan realisasi penggunaan anggaran sebesar 25,21 persen hingga per 4 Juni, tak jauh beda dengan realisasi penggunaan anggaran di BBPJN-XI Banjarmasin sebesar 25,61 persen. Adapun posisi anggaran pembangunan jalan nasional di BBPJN-II Medan untuk masa kerja 2018 adalah Rp3,715 triliun, yang meliputi Rp2,595 triliun untuk pembangunan jalan nasional di wilayah Sumut dan Rp919,7 miliar di wilayah Riau.

Sementara kendala yang sedang dihadapi antara lain proses pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Medan-Binjai yang masih mencapai 81 persen pada ruas Tanjungmulia-Helvetia (seksi-1), dan masalah 'ganti rugi' bagi warga penggarap di desa Manunggal yang tersisa 28 KK dari semula total 163 KK.

"Soal kondisi kenderaan yang boleh atau dinilai layak melintasi jalan tol, itu bukan domain kami di BBPJN. Dengan rambu-rambu soal batas kecepatan maksimum dan minimum di jalan tol, kami sudah ingatkan soal disiplin penggunaan jalan tol, baik di masa reguler apalagi jelang mudik Lebaran atau hari besar lainnya. Sehingga kalau terjadi kecelakaan di jalan tol, jangan lantas menyalahkan balai (BBPJN) soal kualitas jalan. Selama ini kalau jalan rusak, kita disalahkan, Kini jalan sudah bagus pun kita atau jalannya pula yang disalahkan kalau terjadi kecelakaan," papar Paul menanggapi kecelakaan bus yang menimbulkan korban 3 tewas di jalur tol Kualanamu-Tebingtinggi pada ruas Desa Liberia, pekan lalu. (A04/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru