Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Baru Tiga Bulan Rampung Dibangun, Jalan dan Jembatan Besitang Berbiaya Rp 10,5 M Sudah Rusak

Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 12:43 WIB
225 view
Baru Tiga Bulan Rampung Dibangun, Jalan dan Jembatan Besitang Berbiaya Rp 10,5 M Sudah Rusak
Foto SIB/Lesman Simamora
SUDAH RUSAK: Beginalah kerusakan permukaan jalan menuju jembatan yang baru tiga bulan selesai dikerjakan berbiaya Rp 10,5 miliar dana APBN T.A 2019 di Jalinsum Sekundur Kecil Desa Bukitselamat, Kecamatan Besitang Langkat. Permukaan aspal hotmix d
Besitang (SIB)
Meski baru beberapa bulan pekerjaan pembangunannya rampung, namun kondisi aspal hotmix jembatan di Jalinsum Medan-Aceh tepatnya di Sekundur Kecil Desa Bukit Selamat Kecamatan Besitang Langkat sudah retak-retak di beberapa titik. Bahkan ada yang sudah hancur terbongkar sesuai pantauan SIB di lokasi proyek, Kamis (5/3).

Pantauan SIB di plank proyek, pekerjaan itu bernama pergantian jembatan Sei Sekundur dengan nilai kontrak Rp 10.552.911.000 yang dikerjakan perusahaan Bukit Mitra Tama, KSO dengan masa pelaksanaan 276 hari kalender.

Selain itu, cor beton besi jembatan juga terlihat kasar alias berkerut persisnya di sebelah kiri luar jembatan, termasuk tembok penahan tanah (TPT), juga mengalami hal serupa.

Kondisi permukaan aspal sudah terbongkar membuat para pengendara terpaksa ekstra hati-hati saat melintas. Para sopir harus berhati-hati memilih jalur agar ketinggian bongkahan aspal yang rusak tidak sampai bergesekan dengan bagian kolong mobil.

Lapisan aspal hotmix yang terbongkar menggelembung, batu kerikil bermunculan sehingga berpotensi mengundang bahaya kecelakaan bagi pengendara khususnya roda dua apalagi saat melintas pada malam hari.

Alamsyah (57), warga Besitang ini mengaku kecewa dan menyesalkan pengaspalan jalan jembatan yang kualitasnya dinilai rendah. “Baru sekira tiga bulan jalan aspal dioperasikan, tapi kini sudah ada yang retak, bahkan permukaan aspal sudah rusak”, ucapnya kepada SIB di lokasi jembatan.

Padahal, lanjutnya, jalan dan jembatan yang menghubungkan Provinsi Aceh - Provinsi Sumatera Utara itu dibangun menggunakan APBN TA 2019 dengan nilai proyek Rp 10,5 miliar.

Ia mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ditjen Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan agar segera memerbaiki jalan aspal yang rusak itu.

Selain itu, cor beton terali jembatan yang kini masih dalam kondisi berkerut alias kasar agar di perbaiki atau dihaluskan lagi termasuk TPT yang mengalami hal serupa, juga diharapkan diperbaiki. (M25/c)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru