Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026

DPRD SU Desak Usut Kejahatan TPPO Atas Kedatangan Pengungsi Rohingnya

* Minta TNI dan Polri Perkuat Penjagaan di Batas Wilayah Perairan Sumut
Redaksi - Minggu, 07 Januari 2024 17:40 WIB
440 view
DPRD SU Desak Usut Kejahatan TPPO Atas Kedatangan Pengungsi Rohingnya
Foto: Ist
Medan (SIB)
Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas adanya dugaan keterlibatan kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atas kedatangan pengungsi Rohingnya di kawasan Pesisir Timur Sumut, agar tidak menimbulkan kesimpang-siuran di tengah-tengah masyarakat.

"Dari informasi yang berkembang, diduga kedatangan sejumlah pengungsi Rohingya ke Sumut, merupakan andil beberapa oknum pelaku kejahatan TPPO, guna mencari keuntungan dalam situasi terjepit. Jika itu benar, harus segera diusut tuntas," tandas Baskami kepada wartawan, Sabtu (5/1) di Medan.

Menurut Baskami, kejahatan TPPO ini merupakan kejahatan transnasional, yang melibatkan beberapa negara dan diduga kuat (para pengungsi) menjadi korban penyeludupan maupun perdagangan manusia, sehingga harus diusut secara tuntas.

Dalam kaitan ini, Baskami meminta TNI dan Polri memperkuat penjagaan pada batas-batas wilayah di perairan sekitar Sumut, atau membatasi masuknya para pengungsi dari luar ke Sumut, sebelum ada keputusan pemerintah pusat. "Sebelum ada ketegasan dan penanganan serius, maka harus dibatasi kedatangan para pengungsi. Untuk kemudian kita menunggu kebijakan pemerintah pusat secara langsung," tambahnya sembari mendesak Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), serta Organisasi Migrasi Internasional (IOM).

Menurut Baskami, selain didatangi pengungsi Rohingya, di Sumut juga ada pengungsi lainnya dari negara-negara konflik seperti Afganistan, Irak, Suriah dan beberapa kali mereka mendatangi DPRD Sumut meminta kejelasan dari UNHCR untuk dapat masuk ke negara ketiga seperti Amerika, Selandia Baru, Australia dan Kanada.

"Permasalahan pengungsi ini, merupakan persoalan global yang mencakup lintas negara yang melibatkan sejumlah negara besar," katanya sembari menyakinkan, pemerintah saat ini sedang mencari solusi terbaik atas nasib para pengungsi. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru