Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

DPRD SU: Jalan Alternatif Berastagi - Ajisiempat - Tigapanah Karo Lima Tahun "Hancur-lebur"

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 22 Juni 2024 15:58 WIB
882 view
DPRD SU: Jalan Alternatif Berastagi - Ajisiempat - Tigapanah Karo Lima Tahun "Hancur-lebur"
(Foto SIB/Firdaus Peranginangin)
Hancur-lebur: Inilah kondisi jalan alternatif Kota Berastagi - Simpang Ujung Aji - Desa Ajibuhara - Ajimbelang tembus Tigapanah Kabupaten Karo yang kondisinya hancur-lebur, sehingga perlu secepatnya dilakukan penanganan secara tuntas oleh Pemkab Karo.
Medan (harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Salmon Sumihar Sagala SE mengatakan, jalan alternatif Kota Berastagi - Simpang Ujung Aji - Aji julu - Desa Ajibuhara - Ajimbelang - Desa Seberaya tembus Tigapanah Kabupaten Karo kondisinya sudah lima tahun "hancur-lebur", sehingga sangat mengganggu arus lalu-lintas ke kawasan tersebut.


"Masyarakat di 5 desa yang tiap hari melintasi jalan alternatif tersebut, sangat resah dan terganggu memasarkan hasil pertaniannya ke ibukota Kecamatan Tigapanah maupun Kota Berastagi, akibat kondisi jalan yang hancur, penuh dengan lubang dan berlumpur," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada SIB News Network (SNN) melalui telepon, Sabtu (22/6/2024) dari Kabanjahe seusai melintasi jalan alternatif tersebut.


Menurut anggota Komisi A ini, pihaknya sekitar tiga tahun lalu pernah juga mengusulkan ke Pemkab Karo Cq Dinas PUPR Karo agar jalan alternatif tersebut diperbaiki, karena kerusakannya sudah sangat parah, sangat mengganggu pengguna jalan.


"Saat itu Pemkab Karo gerak cepat melakukan perbaikan, tapi hanya dilakukan pengaspalan beberapa meter saja. Sisanya yang hancur, tetap juga tidak diperbaiki hingga saat ini, sehingga menimbulkan reaksi protes dari masyarakat," tandas Salmon.


Dijelaskan politisi PDI Perjuangan ini, jalan alternatif ini dulunya dibangun, guna mengantisipasi kemacetan di jalur utama Kota Berastagi - Kabanjahe (Jalan Jamin Ginting). Tapi, saat ini kondisinya sangat tidak layak dilintasi, karena mengalami kerusakan yang sangat parah.


Berkaitan dengan itu, mantan anggota DPRD Karo ini sangat berharap kepada Pemkab Karo Cq Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan, guna menghindari terputusnya arus lalu-lintas dari kawasan tersebut.


Menurut pengamatan Salmon di lapangan, jalan alternatif tersebut benar-benar tidak ada perawatan dan sebagian besar tidak lagi memiliki drainase, karena sudah hancur bersama jalannya, sehingga kalau hujan turun, air seperti "menganak-sungai" di badan jalan.


"Masyarakat di 5 desa beserta desa-desa sekitar yang menggunakan jalan alternatif dalam memasarkan hasil pertaniannya, sangat membutuhkan penanganan jalan dan jembatan secara cepat dan akurat atau dijadikan skala prioritas," katanya.


Sementara itu, tokoh pemuda Desa Ajisiempat Berlin Sinuhaji menegaskan, masyarakat benar-benar kecewa melihat kondisi jalan alternatif yang terkesan dibiarkan mengalami kerusakan, sehingga warga "mengancam" akan mendatangi Pemkab Karo mempertanyakan, kapan jalan alternatif tersebut dibangun atau diaspal, karena masyarakat sudah lama menunggu.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru