Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 11 Agustus 2026

Pdt Penrad Siagian Ajak Para Pendeta di Kawasan Danau Toba Edukasi Jemaat di Pilkada Serentak

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 21 September 2024 17:57 WIB
1.222 view
Pdt Penrad Siagian Ajak Para Pendeta di Kawasan Danau Toba Edukasi Jemaat di Pilkada Serentak
(Foto: SNN/Firdaus)
Pdt Penrad Siagian STh MSi.
Medan (harianSIB.com)

Anggota DPD RI terpilih dari Dapil Sumut Pdt Penrad Siagian STh MSi mengajak para pendeta yang berada di kabupaten kawasan Danau Toba, agar ikut mengedukasi masyarakat, untuk mencari calon bupati yang benar-benar berani melawan mafiailegal logging atau perusak lingkungan di sekitar Danau Toba, untuk menyelamatkan objek wisata kebanggaan Sumut itu.

"Dalam pertemuan dengan para pendeta dari berbagai gereja di Kabupaten Samosir beberapa hari lalu, kita banyak berdiskusi tentang maraknya penebangan hutan di kawasan Danau Toba. Bahkan kita mengajak para pendeta untuk ikut mengedukasi jemaat agar memilih pemimpin di daerah itu yang benar-benar berani," tandas Penrad Siagian kepada wartawan, Sabtu (21/9/2024) melalui pesan WhatsApp dari Jakarta.

Berani artinya, tambah mantan pengurus PGI ini, punya nyali melawan para mafia kayu atau perusak lingkungan di kawasan Danau Toba serta memiliki imam yang kuat, agar tidak tergoda dengan sogokan para mafia kayu, sehingga Danau Toba bisa terselamatkan dari aksi penebangan hutan secara liar.

"Saya sudah berpengalaman berhadapan dengan oknum yang bekerja sama dengan mafia kayu yang secara terang-terangan merusak lingkungan. Saya tidak pernah tergoda ataupun tergiur dengan berbagai iming-iming. Yang terpenting bagi saya, mereka harus dilawan, demi keselamatan hutan kita," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, Penrad yang "berdarah" pendeta dan aktivis ini mengajak para pendeta dan seluruh elemen masyarakat di kawasan Danau Toba, untuk mendukung dan mencari sosok calon kepala daerah yang bernyali kuat untuk menentang tindakan-tindakan yang berpotensi merusak alam.

"Saya butuh mitra yang visinya sama dengan saya. Jika tidak, ilegal logging ini akan menjadi sumber bencana ekologis ke depan. Sebelum bencana itu terjadi, mari kita pilih figur yang betul-betul berjuang untuk penyelamatan tanah leluhur kita," sambung Penrad.

Sekali lagi Penrad mengingatkan masyarakat agar benar-benar jeli memilih kepala daerah yang mencintai rakyat dan daerahnya. Bukan calon pemimpin yang akan "menjual" hasil kekayaan alam daerahnya, demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

"Karena itu, mari kita berjuang dengan membangun sinergi bersama, kita buat komitmen dengan calon kepala daerah, agar tetap melindungi hutan kita. Jika mereka tidak bersedia, berarti tidak pantas kita dukung dan pilih menjadi pemimpin. Pilihlah calon pemimpin yang mau berjuang untuk kita," kata Penrad.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru