Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 11 Agustus 2026

Pilkada, Abdi Santosa Ritonga Ajak Masyarakat Berbondong-bondong ke TPS

Firdaus Peranginangin - Selasa, 15 Oktober 2024 21:50 WIB
270 view
Pilkada, Abdi Santosa Ritonga Ajak Masyarakat Berbondong-bondong ke TPS
Foto SIB/Firdaus
H Abdi Santosa Ritonga SE MM.
Medan (SIB)

Anggota DPRD Sumut H Abdi Santosa Ritonga SE MM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada serentak 27 Nopember 2024, tanpa politik uang, karena politik uang nyata-nyata telah mencederai demokrasi yang dapat merusak masa depan bangsa.

"Ayo datang ramai-ramai, bawa keluarga ke TPS, pilihlah pemimpin yang punya rekam jejak dan platform kinerja yang baik dan jauhi politik uang atau jangan tergiur adanya iming-iming imbalan uang," kata Abdi Santosa Ritonga kepada wartawan, Selasa (15/10/2024) di DPRD Sumut.

Anggota Fraksi Partai Golkar Dapil Sumut 6 Kabupaten Labuhan Batu Raya, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk bertekad menyukseskan Pilkada serentak serta memilih pemimpin yang terbaik berdasarkan hati nurani.

"Partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Pilkada ini, akan membuat iklim demokrasi Indonesia semakin baik," tandas Abdi Santoso sembari menyerukan kepada masyarakat, tetap menjaga keamanan dan ketertiban, jangan terhasut ajakan tidak memilih atau Golput, meskipun di daerah itu ada digelar Pilkada lawan kotak kosong.

Tetap gunakan hak pilih walau dengan lawan kotak kosong, tambah Abdi Santoso dan meminta masyarakat harus menjauhkan praktik politik uang yang biasanya terjadi jelang pencoblosan, sebab, dengan menerima uang dan memilih calon yang tidak jelas rekam jejaknya, sama dengan merusak masa depan bangsa.

Diakui Abdi, untuk mengatasi praktik politik uang ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus bersinergi menyampaikan imbauan kepada masyarakat, jangan sampai tergiur politik uang.

"Kita senantiasa mengingatkan Pilkada serentak ini hendaknya tidak dijadikan arena untuk menghasut, menyuap atau mengarahkan masyarakat memilih calon tertentu dengan imbalan dan janji, agar memenangkan pesta demokrasi ini," tandasnya.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru