Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Persoalan Banjir di Kota Medan Menunggu Difungsikannya Bendungan Lau Simeme Deliserdang

Horas Pasaribu - Kamis, 07 Agustus 2025 22:52 WIB
56 view
Persoalan Banjir di Kota Medan Menunggu Difungsikannya Bendungan Lau Simeme Deliserdang
Foto: SNN/Dok)
Gibson Panjaitan
Medan (harianSIB.com)

Plt Kadis Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Gibson Panjaitan mengatakan, terkait penanganan banjir Pemko Medan tetap berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai. Karena ada beberapa sungai utama besinggungan dengan Kota Medan seperti Sungai Deli, Sungai Belawan, Sungai Denai, Sungai Percut, Sungai Sikambing, Sungai Putih, Sungai Selayang dan lainnya.

Pemko Medan sangat berharap Bendungan Lau Simeme di Deliserdang segera difungsikan secara maksimal. Jika sudah berfungsi, maka kanal yang ada di Mariendal juga bisa berfungsi maka debit air sungai Deli dan beberapa sungai lainnya bisa dikontrol. Selama ini kanal belum berfungsi, hanya saja jika terjadi banjir di hulu, lalu Sungai Deli meluap maka kanal berisi air.

"Kita berharap, apabila Bendungan Lau Simeme difungsikan, maka aliran sungai Denai dan sungai lainnya akan berkurang karena air sudah masuk ke kanal. Sehingga banjir di Kota Medan bisa terkendali, air Sungai Deli bisa berkurang karena sebahagian dialirkan ke Sungai Denai, Sungai Selayang bisa dialirkan ke Sungai SIkambing. Semua bisa diatasi jika kita buka elevasinya, maka aliran air jadi lancar," kata Gibson Panjaitan kepada wartawan, Kamis (7/8/2025).

Kalau pembangunan Lau Simeme sudah selesain, kata Gibson banjir bisa diatasi, disamping itu Pemko sudah banyak membangun sistem drainase, dari tingkat lingkungan, draniase sekunder untuk dialirkan ke drainase primer. Penanganan banjir perlu dipersiapkan infrastrukturnya, meski sudah banyak yang dibangun Dinas SDABMBK menangani banjir tapi Medan masih tetap banjir, dia mengajak masyarakat untuk bersabar.

"Pemko bekerja secara simultan, begitu juga BWS sama-sama bekerja membenahi sungai yang membelah Kota Medan, begitu juga Bendungan Lau Simeme. Ada waktunya pekerjaan itu selesai bersamaan. Begitu Lau Simeme siap dan BWS selesai meningkatkan fungsi sungai, Pemko Medan juga sudah siap menampungnya karena sistemnya sudah kita siapkan, maka banjirpun bisa kita kendalikan," terangnya.

Menurut Gibson, Bendungan Lau Simeme sudah selesai dibangun dan diresmikan, tapi ada satu lokasi atau hamparan di suatu desa perlu pembebasan lahan, karena desa tersebut berpotensi berdampak banjir, maka perlu dibebaskan. Tapi diharapkan tidak menunggu tahun 2026, bendungan tersebut sudah bisa difungsikan.

"Kalaupun masyarakat sering mengeluh, semua drainase sudah dibangun, tapi Medan masih banjir terus. Kita minta masyarakat Kota Medan bersabar, untuk penangan banjir Pemko tidak bisa bekerja sediri perlu berkordinasi dengan pihak Pemprov Sumut dan kementerian. Kita kerjakan bagian kita, setelah tuntas, barulah bisa difungsikan dan hasilnya kita nikmati bersama," paparnya.

Selain itu, Dinas SDABMBK juga ikut dalam penanganan banjir rob di Kecamatan Medan Belawan, namun saat ini pihak Kementerian PUPR sedang membangun dinding penahan menghindari banjir rob masuk juga membuat pompanisasi. Sedangkan SDABMBK membuat drainase lingkungan lalu mengkoneksikan ke lokasi pompanisasi yang dibuat kementerian agar air di lingkungan tidak tertahan tapi bisa mengalir ke lokasi pompa untuk dikeringkan.

Menurut Gibson, tahun 2025 ini ada tiga unit pompa dipasang untuk mengurangi banjir, sedangkan Pemko tetap melakukan pekerjaan pendukung seperti drainase dan pembangunan jalan. Apalagi kalau sudah terjadi banjir rob, maka lingkungan akan terlihat kumuh dan jalan bisa rusak. "Maka ke depannya, untuk jalan-jalan utama akan kita lakukan pengecoran, anggarannya akan ditampung di tahun anggaran 2026," tuturnya.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru