Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 12 Mei 2026

Rico Waas: Keteladanan Pemimpin Jadi Kunci Bangun Budaya Antikorupsi

Desra A Gurusinga - Senin, 22 Desember 2025 19:51 WIB
450 view
Rico Waas: Keteladanan Pemimpin Jadi Kunci Bangun Budaya Antikorupsi
Foto Dok/Humas
Buka : Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Webinar Antikorupsi yang dilaksanakan BRIDA Kota Medan, Senin (22/12/2025) di Rumah Dinas Wali Kota Medan dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.

Medan(harianSIB.com)

Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keteladanan merupakan kunci utama dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Webinar Antikorupsi yang dilaksanakan BRIDA Kota Medan, Senin (22/12/2025) di Rumah Dinas Wali Kota Medan dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang mengambil tema "Sikap Antikorupsi sebagai Inovasi Mempersiapkan Kesuksesan Generasi Muda 2045".

Menurutnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi atau sistem, tetapi oleh integritas para pemimpin dan aparatur saat ini.

"Jika kita ingin melihat wajah Indonesia 2045, maka lihatlah generasi muda hari ini. Tetapi generasi muda tidak akan tumbuh baik tanpa contoh yang baik, dan contoh itu ada pada kita semua hari ini," tegasnya.

Ia menegaskan, korupsi menghancurkan sistem, merusak kepercayaan publik, dan mengancam masa depan yang seharusnya diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam paparannya, Rico mengingatkan bahwa budaya koruptif kerap bermula dari hal-hal kecil yang dianggap sepele dan kemudian dinormalisasi. Ia menyoroti kebiasaan permisif yang membenarkan penyimpangan dengan alasan "lumrah" atau "semua juga begitu".

Ia juga menyinggung tekanan gaya hidup dan gengsi sosial yang kerap menjadi pemicu penyalahgunaan wewenang, khususnya di kalangan pejabat. Padahal, menurutnya, kebutuhan dasar manusia sejatinya sederhana. Kegiatan itu dihadiri Inspektur Erfin Fachrurrazi dan Kepala BRIDA Benny Iskandar.

Ditegaskannya, penegakan hukum tetap penting, namun tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pembentukan karakter, pengawasan yang kuat, serta sistem pemerintahan yang transparan. Karena itu, ia mendorong penguatan sistem pemerintahan berbasis inovasi dan teknologi untuk menutup celah penyimpangan.

Lebih lanjut, ditekankannya pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda menuju 2045. Namun, pendidikan karakter tersebut harus divalidasi oleh perilaku nyata para pemimpin dan aparatur saat ini.

Melalui kegiatan webinar ini, diharapkannya terbangun kolaborasi antara pemerintah daerah, KPK RI, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melahirkan inovasi kebijakan dan sistem yang memperkuat integritas pemerintahan.

"Kepercayaan publik adalah fondasi utama pemerintahan. Clean governance tidak cukup di atas kertas, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkas Rico Waas.

Webinar Antikorupsi ini menghadirkan narasumber Kepala Satgas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, Yulianto Sapto serta Penyuluh Antikorupsi IKA Undip Muhib Harahap dan diikuti oleh jajaran perangkat daerah, para camat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Pemko Medan. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru