Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Kasus Brio Tabrak Lapak Pedagang, Polres Binjai Ralat Hasil Tes Urine Pengemudi dari Positif Jadi Negatif

Muhammad Irsan - Rabu, 18 Maret 2026 11:27 WIB
376 view
Kasus Brio Tabrak Lapak Pedagang, Polres Binjai Ralat Hasil Tes Urine Pengemudi dari Positif Jadi Negatif
Foto : harianSIB.com/ M Irsan
KLARIFIKASI: Wakapolres Binjai, Kompol Sofyan, didampingi para pejabat utama Polres Binjai saat melakukan klarifikasi di Kantor Unit Laka Lantas, Polres Binjai, Selasa (17/3/2026) sore.

Binjai(harianSIB.com)

Kepolisian Resor Binjai akhirnya meluruskan polemik hasil tes urine pengemudi mobil Honda Brio, Wike Rahayu (25), yang menabrak sejumlah lapak pedagang di Pasar Kaget Kota Binjai, Minggu (15/3/2026) malam. Setelah sempat dinyatakan positif narkoba, hasil pemeriksaan terbaru memastikan yang bersangkutan negatif.

Perubahan keterangan dalam waktu singkat ini sempat memicu kebingungan di tengah masyarakat, terlebih peristiwa kecelakaan tersebut telah lebih dulu viral di media sosial.

Sebelumnya, pada Senin (16/3/2026) siang, pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polres Binjai menyebut Wike terindikasi positif amfetamin berdasarkan tes awal. Namun, di hari yang sama pada sore harinya, polisi meralat pernyataan tersebut dengan menunjukkan hasil tes urine terbaru yang menyatakan negatif.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya publik. Apalagi, sampel urine yang diperlihatkan kepada awak media tampak jernih tanpa buih, sehingga memunculkan keraguan terkait keasliannya.

Baca Juga:
Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Binjai, Kompol Sofyan, memberikan klarifikasi resmi pada Selasa (17/3/2026) sore. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur.

"Kami hadir untuk meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," ujarnya.

Sofyan menjelaskan, tes awal dilakukan di lokasi kejadian menggunakan alat sederhana dengan tiga parameter. Hasilnya menunjukkan dua parameter negatif, sementara satu parameter, yakni amfetamin, masih samar sehingga belum dapat disimpulkan.

"Karena hasil awal belum meyakinkan, kami lakukan pemeriksaan lanjutan dengan tenaga medis yang kompeten dari Dokkes," katanya.

Hasil pemeriksaan lanjutan itulah yang memastikan bahwa Wike Rahayu negatif dari penyalahgunaan narkoba. Proses tersebut, lanjut Sofyan, dilakukan secara terbuka dan disaksikan berbagai pihak, termasuk media, guna menjamin transparansi.

Terkait warna urine yang menjadi sorotan, Sofyan menyebut hal tersebut sebagai kondisi yang wajar.

"Biasanya jika seseorang banyak mengonsumsi air putih, warna urine akan terlihat jernih," jelasnya.

Dalam insiden tersebut, mobil yang dikemudikan Wike menabrak empat lapak pedagang dan menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Tiga korban telah diperbolehkan pulang, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi menduga kecelakaan terjadi akibat pengemudi dalam kondisi tidak fokus. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Wike diketahui sedang mengalami tekanan emosional usai bertengkar dengan kekasihnya sebelum kejadian.

Saat ini, pengemudi beserta barang bukti telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polres Binjai untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, praktisi hukum Rivaldy Yogaswara SH menilai kasus ini sebagai bentuk kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengingatkan pentingnya penanganan perkara secara profesional dan transparan.

"Kasus ini mendapat perhatian masyarakat. Penanganan yang tidak profesional berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian," tegasnya.(**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Baharuddin : Harga Bahan Pokok di Batubara Jelang Lebaran Stabil
Kapolres Simalungun Tinjau Pos Pam Pelabuhan Tigaras
Diperketat ! Pengawasan Anggaran MBG Kini Libatkan Intel Kejaksaan
Merawat Persatuan di Tengah Perayaan Nyepi dan Idulfitri
Polres Simalungun Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Dolok Merangir II Rp 533 Juta Lebih
Ishfah Abidal Aziz Ditahan KPK, Terseret Korupsi Kuota Haji 2023–2024
komentar
beritaTerbaru