Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Wali Kota Rico Waas Sholat Idul Fitri Bersama Warga Medan di Lapangan Merdeka

Horas Pasaribu - Sabtu, 21 Maret 2026 12:01 WIB
599 view
Wali Kota Rico Waas Sholat Idul Fitri Bersama Warga Medan di Lapangan Merdeka
Foto SIB/ Horas Pasaribu
Wali Kota Medan Rico Waas dan Waki Wali Kota Zakiyuddin Harahap melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H/2026, Sabtu (22/3/2026) di Lapangan Merdeka Medan.

Medan (harianSIB.com)

Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap Sholat Idul Fitri 1447 H/2026 M bersama masyarakat, Sabtu (21/3/2026) di Lapangan Merdeka. Sholat Idul Fitri dipimpin Imam Adnan Tumanggor, SPd, Khatib Ir H Tifatul Sembiring.

Tifatul Sembiring dalam khotbahnya mengatakan, akhir-akhir ini banyak musibah menimpa Indonesia. Ada banjir di Bali, erupsi gunung Semeru dan gempa tanah longsor di Cilacap serta Banjar Negara.

"Kejadian paling anyar (terkini) menimpa Aceh, Sumut dan Sumbar, total korban meninggal menurut data BNPB mencapai 1204 jiwa. Belum lagi kerugian material, bahkan pemukiman dan desa yang hilang tersapu banjir bandang ," kata Tifatul Sembiring dalam khotbahnya.

Dikatakan anggota DPR RI ini, beberapa pelosok terisolir belum menerima bantuan, akses jalan terputus akibat longsor dan diterjang banjir bandang.

Baca Juga:
Menurut dia ada musibah umum dan banyak orang terdampak, seperti pandemi Covid 19. Ada musibah karena itu ngkar kepada Allah SWT. Ada juga karena dosa dan kelalaian.

Dalam hal ini kata Tifatul, juga berlaku sunnatullah, qadarullah. Jika pohon ditebangi, hutan-hutan digunduli karena kerakusan dan ketamakan manusia. Nabi Muhammad SAW mengingatkan: Barang siapa yang menebang pohon bidara, akan Allah benamkan kepalanya ke neraka.

Pohon bidara itu kata Tifatul adalah tempat berteduh, daunnya banyak manfaat bagi manusia. Sama seperti pohon-pohon di hutan, manfaatnya untuk lingkungan hidup. Kalau sampai digunduli akan menjadi malapetaka bagi penduduk sekitarnya.

"Jika lingkungan tidak kita jaga, tebang sana sini, polusi tinggi dan buang sampah sembarangan. Akibatnya tidak ada lagi akar-akar pohon menahan air sehingga terjadi banjir bandang dan longsor. Ini adalah akibat ulah manusia, sama halnya mengundang azab," terangnya.

Menurut dia, ada kalanya masuk bah terlihat tidak baik di mata manusia. Setelah mengambil hikmahnya ternyata musibah itu baik untuk manusia. Ada kalanya, sesuatu yang dianggap baik ternyata ujung-ujungnya menjadi tidak baik.

"Sebagian musibah tersebut kadang-kadang tanda dari Allah sayang kepada kita, ujian diberikan agar kembali kepadaNya, mari kita evaluasi hubungan kita kepada Allah," tuturnya.

Pelajaran dari musibah kata politisi PKS ini adalah instrospeksi diri, apakah ada perbuatan yang salah dimata Allah SWT. Apakah menyusahkan orang lain atau merusak lingkungan. "Allah SWT tak akan memberi beban atau musibah kepada seorang hamba kecuali dia sanggup menanggungnya," tegasnya.

Wali Kota Rico Waas kepada wartawan mengatakan, pasca Ramadhan dan memasuki Idul Fitri, pemko memulai sesuatu yang baru, dengan keikhlasan hati mengajak masyarakat membangun Kota Medan. Karena banyak yang harus dibenahi, maka dia mengajak membangun dengan hati dan pikiran positif. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggaran Revitalisasi Pendopo dan Gudang di Lapangan Merdeka Ditolak Anggota Pansus DPRD Medan
Wakil Wali Kota Medan Berharap BPJS Permudah Masyarakat Dapatkan Fasilitas Kesehatan
Ribuan Warga Medan Gunakan Online Belanja Makanan
Wakil Wali Kota Medan Tinjau Terminal Amplas
Wali Kota Medan dan Kapoldasu Raih Gelar Magister Hukum di Medan
komentar
beritaTerbaru