Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 13 Juni 2026

Salmon Sumihar Sagala: Harga Anjlok, Petani Cabai Karo Menjerit,

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 11 April 2026 14:31 WIB
506 view
Salmon Sumihar Sagala: Harga Anjlok, Petani Cabai Karo Menjerit,
Foto: harian SIB.com/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala SE

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi B DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE mengatakan, nasib petani cabai merah di Kabupaten Karo saat ini semakin memprihatinkan. Harga jual yang anjlok drastis di pasar tradisional membuat para petani merugi besar dan tertekan.

"Berdaarkan pengaduan para petani Karo kepada kita, saat ini harga cabai merah di tingkat petani hanya berkisar Rp8.000 - Rp10.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai jauh dari kata layak dan tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi," kata Salmon kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026), melalui telepon dari Kabupaten Karo.

Dengan anjloknya harga cabe merah ke titik terendah ini, tambah Salmon, tentu para petani menjerit, karena sangat tidak sebanding dengan harga pupuk dan obat-obatan pertanian yang semakin hari melonjak naik dengan berbagai alasan, bahkan dilait-kaitkan dengan kondisi perang di Iran.

Diakui anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, dalam beberapa waktu terakhir, biaya kebutuhan pertanian mengalami kenaikan signifikan, mulai dari pupuk hingga pestisida. Kondisi ini semakin memperparah beban petani, terlebih harga hasil panen justru merosot tajam.

Baca Juga:
Akibatnya, ujar mantan anggota DPRD Karo ini, banyak petani mengalami kerugian besar dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan terancam tidak mampu melanjutkan usaha pertanian mereka.

Berkaitan dengan itu, Salmon mendesak Pemkab Karo dan Pemprov Sumut segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga cabai sekaligus melakukan suatu mendorong kebijakan tegas, termasuk kemungkinan melakukan intervensi pasar.

"Jika perlu, pemerintah membuat kebijakan untuk menyerap hasil panen petani dengan harga standar yang layak, seperti yang pernah dilakukan masa Bupati Karo Kena Ukur Surbakti (Karo Jambi) yang memborong hasil panen jagung, sehingga saat itu harga jagung drastis naik di pasaran. Ini penting agar petani tidak terus merugi," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Salmon juga meminta dinas terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Sumut serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, segera turun tangan dengan aksi nyata, bukan sekadar penyuluhan memproteksi harga cabe.

"Petani saat ini tidak butuh teori, mereka butuh harga yang stabil dan berpihak," tambahnya sembari menyoroti ketimpangan respons pemerintah dalam menghadapi fluktuasi harga, seperti yang terjadi selama ini, saat harga cabai tinggi dan merugikan konsumen, pemerintah cepat melakukan sidak pasar. Namun sebaliknya, ketika harga anjlok dan merugikan petani seperti sekarang ini, tidak ada action atau tidak ada langkah yang diambil mengatasinya.

Salmon mengingatkan, jangan sampai pemerintah terkesan abai terhadap nasib petani. Tidak boleh dibiarkan mereka berjuang sendiri menghadapi kondisi seperti ini. Harus ada sinergi nyata antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan pihak lain untuk mencari solusi berkelanjutan. Stabilitas harga menjadi kunci agar petani bisa bertahan dalam melakukann kegiatan pertanian secara layak.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Masyarakat Disarankan Ikut Mengevaluasi Bupati Tobasa, Lalu Laporkan ke PDI Perjuangan
Bocah Pengidap HIV Terancam Diusir, Pemprov Sumut Kirim Tim ke Samosir
Sambut HUT ke-73 RI, Pemkab Karo Gelar Lomba Gerak Jalan
DPC PDI Perjuangan Optimis Raih 7 Kursi di DPRD P Siantar
Posko Pengaduan Kecurangan Pilkada Sumut Dibentuk, PDI Perjuangan Siap Menghadang Kecurangan
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat Gelar Rakercabsus
komentar
beritaTerbaru