Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 12 Juni 2026

Temani Musim Libur Sekolah, Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf Books Kembali Ramaikan Medan

Donna Hutagalung - Kamis, 11 Juni 2026 18:29 WIB
147 view
Temani Musim Libur Sekolah, Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf Books Kembali Ramaikan Medan
Foto: Dok/BBW Books
BBW Books, bazar buku internasional terbesar di dunia, kembali menyapa masyarakat Medan pada 22 Juni-5 Juli 2026, di Lantai LG Delipark Mall Medan.

Medan(harianSIB.com)

Big Bad Wolf (BBW) Books, bazar buku internasional terbesar di dunia, kembali menyapa masyarakat Medan sebagai bagian dari perayaan satu dekade kehadirannya di Indonesia. Bertepatan dengan musim libur sekolah, BBW Medan 2026 hadir sebagai destinasi edukatif bagi keluarga dan anak-anak untuk mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Bazar buku ini akan berlangsung pada 22 Juni hingga 5 Juli 2026 di Lantai LG Delipark Mall Medan. Pengunjung dapat berburu lebih dari satu juta buku internasional berkualitas dari berbagai kategori dan genre dengan harga terjangkau serta diskon hingga 90 persen. Acara dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB tanpa dikenakan biaya masuk.

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan, perhelatan BBW Medan 2026 bukan sekadar bazar buku, melainkan simbol perjalanan panjang dan komitmen perusahaan dalam membangun budaya literasi di Indonesia.

"Selama 10 tahun terakhir, kami terus membawa misi yang sama, yakni membuka akses literasi yang lebih luas melalui buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau bagi semua kalangan. Semangat itu yang membawa kami kembali ke Medan. Kami memilih lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat karena melihat antusiasme warga Medan yang begitu besar terhadap buku," ujarnya.

Baca Juga:
Menurut Marthius, kehadiran BBW di Medan diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi keluarga, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk memperoleh buku berkualitas tanpa terbebani harga yang tinggi.

"Kami percaya akses terhadap buku bukanlah sebuah kemewahan, melainkan hak yang harus dapat dinikmati semua orang," tambahnya.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru