Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Muniruddin Ritonga Desak Pertamina Patra Niaga Sumbagut Tambah Kuota BBM Bersubsidi Atasi Kelangkaan

Firdaus Peranginangin - Jumat, 10 Juli 2026 16:49 WIB
187 view
Muniruddin Ritonga Desak Pertamina Patra Niaga Sumbagut Tambah Kuota BBM Bersubsidi Atasi Kelangkaan
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Muniruddin Ritonga SHI

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi B DPRD Sumut Muniruddin Ritonga, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera menambah kuota dan memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar ke Sumut, untuk mengantisipasi terus berulangnya terjadi kelangkaan BBM di daerah ini.

Desakan itu disampaikan Muniruddin Ritonga kepada wartawan, Jumat (10/7/2026), melalui telepon dari Medan, menyusul masih sering terjadinya kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah, yang menyebabkan banyak SPBU kehabisan stok dan memaksa masyarakat membeli BBM non-subsidi dengan harga jauh lebih mahal.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut ini, kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut, PT Pertamina harus segera mengambil langkah konkret dengan mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi untuk Sumut, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan distribusi kembali normal.

"PT Pertamina jangan menganggap masalah kelangkaan BBM bersubsidi ini hal yang biasa, karena masyarakat sudah sangat resah melakukan aktivitas, apalagi tiap hari disuguhkan dengan antrian panjang mengular di SPBU serta plank pemberitahuan BBM jenis Pertalite habis dan Biosolar sedang dalam perjalanan," tegas Muniruddin.

Baca Juga:
Fenomena seperti ini harus segera diatasi PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut, dengan menambah kuota BBM bersubsidi ke Sumut, sebab masyarakat sudah muak dengan hal-hal seperti ini. Jangan sampai masyarakat marah dengan meluapkan kekecewaan terlebih dahulu baru dilakukan penanganan atau penambahan kuota BBM.

Muniruddin menilai ketersediaan BBM bersubsidi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, khususnya di tengah tingginya harga BBM non-subsidi. Dengan harga Pertalite sekitar Rp10.000 per liter, masyarakat sudah berupaya menyesuaikan pengeluaran.

Namun ketika Pertalite dan Biosolar sulit diperoleh, masyarakat terpaksa beralih ke Pertamax atau Dexlite yang harganya jauh lebih tinggi sehingga semakin membebani ekonomi keluarga.

"Benar-benar mengecewakan pelayanan PT Pertamina terhadap masyarakat yang terus disuguhkan antrean panjang di sejumlah SPBU yang masih memiliki Pertalite maupun Biosolar. Masyarakat harus menghabiskan waktu hingga puluhan menit atau berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM subsidi akibat terbatasnya pasokan," tandas Muniruddin.

Berkaitan dengan itu, Muniruddin mendedak PT Pertamina Patra Niaga Sumut segera melakukan evaluasi distribusi dan mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi bagi Sumut kepada pemerintah pusat.

"Persoalan kelangkaan Pertalite dan Biosolar tidak terus berulang karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat serta biaya transportasi dan perekonomian daerah," kata Muniruddin mengaku heran sudah puluhan tahun Indonesia merdeka, tapi PT Pertamina tidak mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.(*).

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polisi Amankan 16 Ton Biosolar Milik Pertamina dan 3 Tersangka
Polres Tebingtinggi Amankan 2 Pengoplos Minyak Pertalite
LAPK Nilai Pemerintah Tidak Peka Soal Naiknya Pertalite Rp 200 per liter
Pertamina Naikkan Harga Pertalite Rp200/Liter
Pertamina Catat Konsumsi Pertalite Melonjak Selama Idul Fitri
Pengguna Sepedamotor di Perdagangan Mulai Beralih ke Pertalite
komentar
beritaTerbaru