Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 Juli 2026

Salmon Sumihar Sagala: B50 Perkuat Ketahanan Energi, Pangkas Impor Solar dan Selamatkan Devisa Negara

Firdaus Peranginangin - Senin, 13 Juli 2026 15:53 WIB
234 view
Salmon Sumihar Sagala: B50 Perkuat Ketahanan Energi, Pangkas Impor Solar dan Selamatkan Devisa Negara
Foto harianSIB.com/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala SE.

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi B DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE, menyambut positif implementasi penggunaan biodiesel B50 yang mulai dijalankan pemerintah, karena kebijakan tersebut bukan hanya menjadi langkah penting dalam transisi menuju energi bersih, tetapi juga berpotensi memangkas impor solar.

"Selain itu, juga menghemat devisa negara yang jumlahnya diperkirakan sangat besar, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global," tandas Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Senin (13/7/2026) melalui telepon di Medan.

Salmon mengatakan, penggunaan bahan bakar biodiesel B50 merupakan kebijakan yang memiliki manfaat besar bagi perekonomian Indonesia. Selain berkontribusi menurunkan emisi karbon dan mendukung target energi hijau, implementasi B50 juga diyakini mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil impor.

Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini menjelaskan, selama ini Indonesia masih mengimpor solar dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Berdasarkan data pemerintah, impor solar sebelumnya mencapai sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter per tahun.

Baca Juga:
"Kalau implementasi B50 berjalan optimal di seluruh Indonesia, peluang menghapus ketergantungan impor solar semakin terbuka. Ini merupakan lompatan besar menuju kemandirian energi nasional," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, berkurangnya impor BBM akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional. Devisa negara tidak lagi banyak terkuras untuk membeli bahan bakar dari luar negeri sehingga neraca perdagangan dan neraca pembayaran Indonesia menjadi semakin sehat.

Menurut Salmon, kondisi tersebut juga akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat, karena tekanan terhadap kebutuhan devisa akan semakin berkurang.

"Ketahanan energi tidak bisa terus bergantung pada impor. Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar, terutama minyak sawit, sehingga harus dimanfaatkan untuk menghasilkan energi terbarukan yang mampu memenuhi kebutuhan nasional," tegasnya.

Salmon juga mengingatkan agar implementasi B50 terus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk biodiesel melalui riset dan pengembangan teknologi, sehingga aman digunakan seluruh jenis kendaraan dan mesin industri tanpa mengurangi performa.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan pasokan bahan baku sawit agar tidak berdampak terhadap stabilitas harga pangan maupun industri hilir lainnya.(*).

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Investasi Pembangkit Listrik Energi Bersih Harus Didukung
Pemerintah Dinilai Hambat Investasi Pembangkit Listrik Energi Bersih
Pengusaha Menolak Tarif Baru Energi Bersih
Plt Gubsu: Sumut Punya Potensi Kembangkan Energi Bersih
Selain Jadi Bom, Hidrogen Bisa Jadi Sumber Energi Bersih
 Obama Umumkan Inisiatif Energi Bersih
komentar
beritaTerbaru