Dilantik Jadi Ketua PMLI, Agusman Lawolo Ajak Marga Lawolo Kompak Membangun Organisasi
Nias(harianSIB.com)Agusman Lawolo S.E resmi dilantik oleh Bupati Nias Yaatulo Gulo menjadi Ketua Persatuan Marga Lawolo Indonesia (PMLI), di
Medan(harianSIB.com)
Polrestabes Medan mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan ledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan. Polisi memastikan telah menemukan titik kebocoran gas yang diduga menjadi penyebab ledakan maut tersebut.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak mengatakan, lokasi kebocoran berhasil diidentifikasi setelah tim gabungan melakukan proses penggalian selama beberapa hari.
"Puji Tuhan, kemarin kita sudah menemukan titiknya. Sementara itu yang bisa saya sampaikan," ujar Calvijn, di Polsek Sunggal, Sabtu (1/8/2026).
Meski demikian, Calvijn belum bersedia mengungkap secara rinci posisi pipa yang mengalami kebocoran, termasuk letaknya di bagian mana dari bangunan.
Baca Juga:Ia menjelaskan, usai insiden terjadi, petugas terlebih dahulu memastikan adanya kandungan gas metana di lokasi kejadian. Seluruh korban yang berada di sekitar rumah kemudian dievakuasi bersama tim SAR dan personel TNI.
Setelah itu, penyelidikan dilanjutkan bersama tim Laboratorium Forensik Polda Sumut dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Hasil investigasi sementara mengarah pada dugaan bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran gas metana.
Menurut Calvijn, proses pencarian titik kebocoran membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari karena tim harus menggali area di bawah bangunan dengan sangat hati-hati.
"Kami memastikan titik kebocoran. Kami gali di bagian bawahnya lebih kurang tiga sampai empat hari. Di situ yang membutuhkan proses yang agak lama," katanya.
Ia menambahkan, penggalian dilakukan dengan melibatkan ahli konstruksi bangunan dan tenaga profesional untuk menghindari risiko runtuhnya bangunan yang sudah rusak akibat ledakan.
Calvijn memastikan titik kebocoran kini telah diketahui. Namun, pihaknya baru akan membeberkan hasil penyelidikan secara lengkap setelah seluruh rangkaian investigasi selesai.
"Mudah-mudahan tidak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan," ujarnya.
Diketahui, ledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026. Peristiwa tersebut menewaskan tiga orang, yakni istri pemilik rumah, seorang pengasuh anak, dan asisten rumah tangga. Sementara empat korban lainnya berhasil selamat, yaitu ayah pemilik rumah, anak pemilik rumah, seorang kurir paket Shopee dan sopir keluarga. (*)
Nias(harianSIB.com)Agusman Lawolo S.E resmi dilantik oleh Bupati Nias Yaatulo Gulo menjadi Ketua Persatuan Marga Lawolo Indonesia (PMLI), di
Medan(harianSIB.com)Polrestabes Medan mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan ledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota
Medan(harianSIB.com)Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk terus mendukun
Medan(harianSIB.com)Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap pengedar vape isi narkoba saat razia di tempat hiburan malam (THM) Helen&039
Jakarta(harianSIB.com)Youtuber Muhammad Jannah atau Bigmo diadukan ke Polda Metro Jaya setelah diduga mengajak sejumlah anak di bawah umur u
Medan(harianSIB.com)Mobil dump truk tanpa nomor polisi terbelah menjadi dua ditabrak kereta api di perlintasan kereta api tanpa palang pintu
Athena(harianSIB.com)Dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan di Yunani pada Minggu (2/8/2026), saat membantu mengendalikan kebakaran hu
Sergai (harianSIB.com)Satu unit Dumptruk Mitsubishi tertabrak Kereta Api Putri Deli yang melintas dari arah Medan menuju Tebingtinggi di per
Jakarta (harianSIB.com)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami dugaan aliran dana sebesar Rp3,5 miliar dari PT Waskita Karya kepa
Siangapura (harianSIB.com)Grup musik asal Inggris, Massive Attack, dijatuhi sanksi larangan memasuki Singapura setelah mengibarkan bendera P
Sumenep (harianSIB.com)Kebakaran melanda KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute SurabayaMakassar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa
Medan(harianSIB.com)Meningkatnya harga kebutuhan rumah tangga, tingginya biaya pendidikan, serta pendapatan keluarga yang dinilai tidak seba