Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Polwan Polda Sumut Edukasi Pelajar Bahaya Judol dan Eksploitasi Daring

Tumpal Manik - Rabu, 26 Agustus 2026 06:30 WIB
127 view
Polwan Polda Sumut Edukasi Pelajar Bahaya Judol dan Eksploitasi Daring
Foto: Dok/Polda Sumut
Polda Sumut menyambangi sekolah dan memberikan pemahaman digital bagi pelajar, Senin (24/8/2026).

Medan (harianSIB.com)

Polwan Polda Sumatera Utara menggelar kegiatan Polwan Goes to School di sejumlah sekolah, Senin (24/8/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026.

Kegiatan bertema "Menjaga Jejak Digital, Bahaya Judi Online, serta Pencegahan Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Secara Daring (Online Child Sexual Exploitation)" itu memberikan edukasi kepada pelajar mengenai ancaman di ruang digital.

Berdasarkan rilis Bid Humas Polda Sumut yang diterima, Selasa (25/8/2026), sejumlah Polwan bertugas sebagai pengambil apel dan narasumber.

AKBP Rivawaty Marentina Sitinjak SPsi bertugas di SMA Bhayangkara Medan, Kompol Mitha Natasya SH SIK di MAN 1 Lubuk Pakam, AKBP Debora M Hutagaol SSi M Farm di SMA Negeri 5 Medan, AKP Yuni Darmawani SSos di SMA Advent 1 Medan serta Kompol Efriyanti SH MH di SMK Parulian.

Baca Juga:
Di hadapan pelajar, Polwan mengingatkan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi pengetahuan dan tanggung jawab. Media sosial, menurut mereka, dapat memberi manfaat, tetapi juga berisiko apabila digunakan tanpa kewaspadaan.

"Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti adik-adik, tetapi sebagai kakak dan sebagai pelindung. Ancaman saat ini tidak hanya ada di jalan atau tempat sepi, tetapi juga bisa masuk melalui handphone yang setiap hari ada di tangan kita," ujar salah seorang narasumber Polwan.

Pelajar juga diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga jejak digital. Setiap unggahan, foto, video, komentar dan percakapan di internet dapat menjadi rekam digital yang dapat disimpan, disebarkan atau disalahgunakan.

"Sebelum posting, pikirkan dampaknya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah konten tersebut sopan, bermanfaat dan tidak akan merugikan kita di masa depan. Kalau masih ragu, lebih baik jangan diposting," pesannya.

Selain itu, Polwan mengingatkan pelajar agar tidak tergiur promosi keuntungan instan maupun ajakan bermain judi online. Judi online disebut dapat menimbulkan kecanduan, kerugian finansial, menurunkan prestasi belajar hingga merusak hubungan keluarga.

"Judi online bukan permainan dan bukan jalan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Jangan sampai rasa penasaran dan iming-iming keuntungan justru merusak pendidikan serta masa depan adik-adik," tegasnya.

Materi lain yang disampaikan adalah pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara daring. Pelajar diimbau mewaspadai orang yang membangun kedekatan melalui media sosial, aplikasi percakapan atau permainan daring, lalu meminta foto maupun video pribadi atau meminta hubungan tersebut dirahasiakan.

"Jangan panik dan jangan menuruti permintaan pelaku. Simpan bukti, blokir pelaku dan segera ceritakan kepada orang tua, guru atau pihak kepolisian. Ingat, korban tidak boleh disalahkan. Yang salah adalah pelakunya," ungkapnya.

Melalui kegiatan itu, Polda Sumut menegaskan komitmen membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan humanis dan edukatif, sekaligus memperkuat kesadaran pelajar agar menciptakan ruang digital yang aman, sehat dan bermartabat.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru