Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Salmon Sumihar Sagala: Pengutipan Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut Karo Rusak Kepercayaan Wisatawan

Firdaus Peranginangin - Rabu, 26 Agustus 2026 13:13 WIB
142 view
Salmon Sumihar Sagala: Pengutipan Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut Karo Rusak Kepercayaan Wisatawan
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala SE.

"Jika satu persoalan muncul, mungkin wisatawan masih bisa memaklumi. Tetapi kalau di beberapa tempat muncul keluhan yang hampir sama, lama-lama terbentuk persepsi bahwa berwisata ke Karo itu tidak nyaman. Ini yang harus kita cegah," tegasnya.

Berkaitan dengan itu, Salmon meminta Pemkab Karo bersama aparat terkait melakukan pemetaan terhadap seluruh objek wisata, termasuk persoalan parkir dan bentuk-bentuk pengutipan yang dibebankan kepada pengunjung. Wisatawan harus mengetahui dengan jelas mana tarif resmi pemerintah dan mana pungutan yang dilakukan oleh pengelola atau pelaku usaha.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menjadikan lahan usaha sebagai alasan untuk melakukan pengutipan secara sepihak. Jika terjadi persoalan antara pengunjung dan pengusaha, penyelesaiannya harus dilakukan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan yang justru berpotensi viral dan mencoreng nama daerah.

"Pemkab harus hadir. Jangan menunggu viral baru bergerak. Pariwisata ini menyangkut banyak orang, mulai dari pelaku UMKM, hotel, restoran, pedagang, transportasi sampai masyarakat sekitar. Kalau wisatawan berkurang, yang paling dulu merasakan dampaknya masyarakat," katanya.

Salmon berharap pembenahan pariwisata Karo dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pemerintah, pengelola destinasi, pelaku usaha dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama menciptakan kawasan wisata yang bersih, aman, nyaman, transparan dalam tarif serta ramah terhadap wisatawan.

"Jangan sampai keindahan alam Karo kalah oleh cerita buruk di pintu masuknya. Kita punya Sidebuk-debuk, Deleng Singkut, Siosar dan banyak destinasi lainnya. Potensinya luar biasa, tetapi harus dibarengi pelayanan yang luar biasa juga. Kalau tidak, wisatawan bisa memilih daerah lain," pungkas Salmon.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Warga Sei Musam Tagih Janji Pembangunan Tujuh Jembatan
Desa Adat Sade Tinggal Puing-puing Pascakebakaran Hebat
Wakil Ketua DPRD SU Desak Investigasi Menyeluruh Dugaan Keracunan MBG di Berastagi
Wali Kota Beri Motivasi Kontingen Jamnas XII Tanjungbalai di Cibubur
Pemkab Karo Tampung Aspirasi Warga Semangat Gunung Soal Jalan dan Keamanan
Kondisi Siswi Korban Keracunan MBG di Berastagi Berangsur Membaik
komentar
beritaTerbaru