Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 30 September 2026

RS Adam Malik Gunakan Teknologi Pulse Field Ablation Tangani Aritmia

Leo Bastari Bukit - Rabu, 30 September 2026 16:01 WIB
151 view
RS Adam Malik Gunakan Teknologi Pulse Field Ablation Tangani Aritmia
Foto Dok/RS Adam Malik
LAYANAN: RS Adam Malik memperkuat layanan jantung dengan menghadirkan teknologi medis terbaru melalui penerapan metode PFA untuk menangani pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia.

"Ablasi PFA ini dilakukan dengan menggunakan bius umum untuk membuat dua akses vena di pahanya. Dari situ kita memasukkan kateter ablasi ke atrium kiri, kemudian kita akan mengisolasi secara elektrik vena pulmonalis," jelasnya.

Menurut Mirhansyah, apabila tidak terdapat komplikasi, pasien umumnya sudah dapat pulang pada hari berikutnya. Ia juga menyebutkan bahwa salah satu keunggulan metode tersebut adalah waktu tindakan yang relatif singkat.

Dalam kasus yang dilakukan di RS Adam Malik, prosedur ablasi dengan PFA dapat berlangsung sekitar satu jam. "Hanya satu jam," ungkap dokter subspesialis aritmia tersebut.

Dokter ahli jantung RS Adam Malik lainnya, dr Anggia Chairuddin Lubis MKed (Cardio) SpJP (K) menjelaskan atrial fibrilasi merupakan salah satu gangguan irama jantung yang dapat menimbulkan berbagai keluhan.

Pasien dapat mengalami jantung berdebar, sesak napas hingga mudah lelah. Namun, kondisi tersebut juga dapat terjadi tanpa gejala sehingga pasien baru mengetahuinya setelah mengalami komplikasi.

"Dapat menyebabkan rasa berdebar-debar, sesak napas, mudah lelah, dan sering kali tidak menimbulkan gejala sampai seseorang jatuh terkena penyakit stroke," kata Anggia.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lapas Cibinong: Ketika Uang Membuka Celah dan Kekuasaan Disalahgunakan di Balik Jeruji
100 Butir Ekstasi Marvel Disita, Dua Pria Diamankan
Operasi Gabungan Laut Awasi Perairan Batubara Cegah TPPO dan TPPM
Polres Dairi dan Warga Bangun Jembatan Merah Putih Presisi
Curi HP dan Tabung Gas, Residivis Ditangkap Polisi
Ihwan Ritonga: Jangan Jadikan Data Digital Tentukan Desil Warga, Perlu Verifikasi Ulang
komentar
beritaTerbaru