Medan(harianSIB.com)
Regional Head PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo - Persero) Kantor Wilayah VI Medan (mencakup Sumatera) Ardian Brahmana mendorong generasi Z (Gen-Z) untuk sudah menyusun planing kehidupan ke depan.
"Setiap individu, harus punya rencana ke depan. Gen-Z harus merencanakan, misalnya setelah selesai studi, kerja kemudian berumah tangga dan selanjutnya memiliki rumah. Atau, meski belum menikah, sudah menyiapkan rumah. Setidaknya berbakti pada orangtua dalam menediakan papan. Askrindo selaku BUMN penjaminan dan asuransi, mendorong Gen-Z penjaminan kredit untuk mendukung program KPR Milenial dengan tenor hingga 30 tahun," tegas pria yang disapa Dewo itu di Medan, Kamis (1/10).
Didampingi sejumlah staf inti seperti Head of Corporate Communication PT Askrindo Luluk Lukmiyati, Eka Harumi, Branch Manager Medan Joni Andrianto Nababan, Iqbal Naryendra serta sejumlah eksekutif Askrindo dari Jakarta, Dewo mengatakan Askrindo sebagai perusahaan penjaminan, bertugas untuk memitigasi risiko kredit yang dihadapi oleh bank penyalur.
"Mudah-mudahan tidak ada apa-apa sebab masa kredit hingga 30 tahun meningkatkan risiko bagi bank, tapi Askrindo memberikan rasa aman bagi perbankan untuk menyalurkan kredit tersebut. Ayo Gen-Z nikmati fasilitas memiliki rumah itu," tambahnya sambil mengekaskan dengan adanya penjaminan risiko, bank dapat menawarkan cicilan yang lebih ringan serta suku bunga yang kompetitif bagi anak muda yang baru memulai kariernya.
Baca Juga:
Ia menyebut sejumlah perbankan mitra Askrindo untuk penjaminan kredit pemilikian rumah. Mulai Himbara (Himpunan Bank Pemerintah -maksudnya bank pelat merah) dan bank-bank daerah di Sumatera seperti Bank Sumut, Bank Nagari di Sumbar, Bank Riau dan Kepulauan Riau, Bank Jambi dan Bank Bengkulu serta Bank Sumsel Babel. "Agar perbankan itu memberi kredit KPR milenial itu terus tumbuh membangun, Askrindo yang menjamin," tegasnya.
Ia memastikan, kebijakan tersebut sebagai bagian terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis, yang hadir dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dewo mengatakan, payung hukum aktivitas Askrindo tersebut karena sebagai BUMN yang ditugaskan negara. Peran tersebut dijalankan melalui berbagai solusi asuransi umum dan Suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis dan aktivitas dunia usaha, serta melalui asuransi program pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
"Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM," sebut anak Medan dan 20 tahun meninggalkan daerah ini mengabdi di industri perbankan nasional di Jakarta itu.
Dewo mengatakan, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di Medan yang membanggakan, ia memprediksi milenial di Medan sekitarnya dapat menikmati fasilitas yang disebutkannya. "Untuk Sumatera, pertumbuhan kinerja tertinggi ada di Kota Medan. Sehingga kami terus berkiprah untuk masyarakat. Peran tersebut sejalan dengan misi Askrindo dalam pemberdayaan UMKM guna menunjang pertumbuhan perekonomian Indonesia," putus Dewo.
Program lainnya adalah KUR. Ia mengurai, Askrindo hadir dalam ekosistem pembiayaan UMKM dengan memberikan perlindungan asuransi kredit yang mendukung akses pelaku usaha terhadap pembiayaan perbankan. Dengan demikian, manfaat keberadaan Askrindo tidak hanya dirasakan pada proyek-proyek berskala besar, tetapi juga oleh pelaku usaha di sektor UMKM.
"Bagi kami, UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM," beber Dewo.
Dewo menyampaikan bahwa Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR.(*)
Editor
: Robert Banjarnahor