"Ujian ini dilakukan menilai sejauh mana kemampuannya sehingga dapat dinilai layak diberi amanah menjadi pimpinan atau tidak," katanya.
Menurut Kajati, ini merupakan langkah awal dan jika dinyatakan lulus, berhak mengikuti seleksi atau ujian berikutnya yang akan digelar langsung oleh Kejaksaan Agung di Jakarta.
"Jadi, teruslah berjuang menjadi yang terbaik. Menjadi pimpinan di Kejaksaan tidak hanya dibutuhkan kecerdasan, tetapi harus juga memiliki kemampuan manajerial dan berani.
Yang paling penting, sebagai penegak hukum harus dapat mempertanggungjawabkan pekerjaanmu kepada sesama manusia dan terutama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," tegasnya.
Usai kegiatan, Prof Ningrum Natasya Sirait menyampaikan apresiasi khusus kepada pimpinan Kejati Sumut atas pelaksanaan ujian atau kompetensi ini, ini merupakan bentuk transparansi kelembagaan.
"Ini kesempatan untuk membuktikan kemampuan personel secara terbuka sehingga promosi jabatan memang betul dapat dipertanggungjawabkan. Kami berharap kerja sama antara Kejati Sumut dan akademisi USU dapat terus berjalan dan berkesinambungan," ujarnya.