Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Dr RE Nainggolan: Polisi Bersama Masyarakat Membumi, Tepis Anggapan Polisi Berpihak

Horas Pasaribu - Kamis, 29 Oktober 2026 20:03 WIB
146 view
Dr RE Nainggolan: Polisi Bersama Masyarakat Membumi, Tepis Anggapan Polisi Berpihak
Foto Dok/ Dr RE Nainggolan
SILATURAHMI: Tokoh masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan mendampingi Syech Ali Akbar Marbun ketika menerima silaturahmi Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, Rabu (28/10/2026) di Pondok Pesantren Al-Kautsar Jalan Pelajar Timur, Medan.

Medan(harianSIB.com)

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr. RE Nainggolan, menyatakan dukungan kepada Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto atas rangkaian gebrakan sejak dilantik sebagai pimpinan tertinggi Polri. Pernyataan itu disampaikan di Medan, Rabu (28/10/2026).

Motto "Polisi Bersama Masyarakat" terasa membumi dan bersahaja, tetapi menyentuh hal paling mendasar dalam hubungan polisi dan warga.

"Moto sederhana itu menepis anggapan bahwa polisi berpihak kepada kekuatan tertentu. Polisi itu bersama masyarakat, bukan bersama kelompok tertentu," kata Dr RE Nainggolan kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

RE juga menilai empat fokus perhatian Kapolri, yakni kesatuan bangsa, pemberantasan narkoba, kejahatan jalanan, dan ketertiban lalu lintas, sebagai program yang sangat realistis sekaligus mendasar. Menurutnya, keempatnya langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari warga, dari keluarga yang cemas oleh narkoba dan begal sampai pengguna jalan yang menginginkan lalu lintas tertib.

Baca Juga:
"Penjelasan tentang empat fokus itu saya dengar sendiri dijelaskan Kapolda Sumut, Irjen Sonny Irawan, saat bersilaturahmi ke Buya Ali Akbar Marbun di Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Rabu (28/10/2026)," kata RE Nainggolan.

Jenderal Pol Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 1 Oktober 2026 dan menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tagline "Polisi Bersama Masyarakat" menggantikan tagline Presisi. Dalam pernyataan usai pelantikan, Suyudi menegaskan bahwa polisi harus selalu dekat dengan masyarakat dan mampu merespons persoalan secara cepat. Ia juga berjanji menghapus fenomena "no viral, no justice".

Salah satu gebrakan yang disorot RE adalah rilis pengungkapan kasus narkoba skala besar yang dipimpin langsung Kapolri di Belawan, Sumut, Jumat (23/10/2026). Kapolri memimpin rilis penyelundupan 1,16 ton ketamin senilai Rp3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Pelabuhan Belawan. Kapal itu dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, lalu dikawal ke dermaga Belawan. Delapan orang diamankan, terdiri dari tujuh WNI dan satu WN Taiwan.

Pengungkapan ini merupakan operasi laut gabungan Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, dan Polda Sumut, dan bermula dari informasi intelijen soal anomali rute kapal. Usai rilis di Belawan, Kapolri bertolak ke Pidie, Aceh, untuk meninjau laboratorium rahasia narkotika terbesar di Indonesia, tempat petugas mengamankan sekitar satu ton sabu cair.

Dalam rilis itu Suyudi, yang masih merangkap sebagai Kepala BNN, menyebut bahwa menurut data BPS dan BRIN, Sumatera Utara menempati peringkat pertama kasus tindak pidana narkoba, dan meminta jajarannya tidak berkecil hati serta terus memutus mata rantai peredaran dari hulu.

"Data itu menunjukkan bahwa persoalannya serius, sekaligus bahwa aparat bekerja. Kami mengapresiasi, dan masyarakat Sumut wajib mendukung agar generasi muda kita terselamatkan," ungkapnya.

RE menilai gebrakan Kapolri langsung diikuti satuan kewilayahan, termasuk Polda Sumut dan jajarannya. Ia secara khusus mengapresiasi gerak cepat Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, yang sangat intens menemui tokoh-tokoh agama dan mengunjungi rumah-rumah ibadah.

"Figur Irjen Sonny Irawan menjadi cermin dan simbol kedekatan Polri dengan masyarakat. Beliau terlihat sungguh-sungguh menyediakan waktu bertemu dengan berbagai kalangan," katanya.

Sejak disambut ulos dan tarian Melayu serta Batak saat tiba di Mapolda pada 8 Oktober 2026, Sonny mengajak jajarannya membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Ia lalu bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumut pada 14 Oktober, mengunjungi Ketua WALUBI Sumut di Vihara Sinar Buddha, Medan, pada 21 Oktober, dan pada Rabu (28/10) bertemu pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar bersama tokoh lintas agama dan unsur adat untuk mengajak bersama-sama melawan narkoba.

"Bagi saya itu simbol inklusivitas yang kuat. Sumut ini rumah bersama bagi banyak suku dan agama. Ketika Kapolda datang langsung ke tokoh dan rumah ibadah semua agama, pesannya jelas: polisi hadir untuk semua," tegas RE.

RE Nainggolan sendiri adalah tokoh masyarakat yang dikenal luas di Sumut. Ia pernah menjabat berbagai posisi penting di pemerintahan, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Utara.

Di masa purnabakti dari pemerintahan, RE menjadi Ketua Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Wilayah Sumut dan Aceh, Penasihat GMKI Sumut, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Mantan Sekda Pemprov Sumut ini berharap semangat kebersamaan itu terus dijaga hingga ke tingkat Polsek dan Polres, sehingga masyarakat benar-benar merasakan hasilnya. "Dukungan masyarakat adalah modal terbesar polisi. Kami siap bersama-sama menjaga Sumut tetap aman, damai, dan bersih dari narkoba," pungkasnya.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kementan Jamin Pasokan Daging dan Telur Akhir Tahun Aman
Dua Sopir Pembawa Sabu dan Ekstasi Asal Aceh Dihukum Mati
PN Tanjungbalai Vonis Mati Terdakwa Kasus 40,61 Gram Sabu
Polsek Besitang Amankan 15 PSK dan Hidung Belang
Satpol PP Humbahas Amankan Seorang Remaja Diduga Pelaku Curanmor
DPRD Simalungun Minta Stok Sembako Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Aman
komentar
beritaTerbaru