Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 05 Agustus 2026

Mario Nababan Tewas Tergelincir di Jalan Cor Beton Mandala

* Proyek Pembetonan Jalan Terlantar?
- Minggu, 07 Juni 2015 13:51 WIB
534 view
Mario Nababan Tewas Tergelincir di Jalan Cor Beton Mandala
SIB/Roy Damanik SKom/ r
Proyek jalan beton di Jalan Rajawali Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan, lokasi kecelakaan Mario Nababan, Sabtu (6/6).
Medan (SIB)- Proyek jalan beton yang setengah jadi dan sudah berhenti pengerjaannya sejak 5 bulan lalu karena kehabisan modal di Jalan Rajawali Perumnas Mandala Percut Sei Tuan akhirnya menuai maut.

Kejadian naas tersebut dialami Mario Nababan (29) warga Jalan Parkit 8 Perumnas Mandala, yang belum lama itu melintas di lokasi dengan mengendarai sepedamotor, tergelincir di tepi jalan. Akibatnya, Mario  kritis dan akhirnya tewas di ruang UGD RSU dr Pirngadi Medan pada, Jumat (5/6) sore, karena mengalami luka serius di kepala, mata pecah dan sekujur badan luka lecet.

Menurut keterangan dari sanak keluarga di rumah duka, kejadian naas yang menimpa Mario terjadi pada, Selasa (2/6) dini hari. Mario yang berprofesi sebagai pemain keyboard baru selesai bermain musik di satu acara pesta. Selanjutnya ia pulang ke rumah seorang diri mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125 warna biru.

Ketika melintas di jalan yang terbuat dari cor beton dan tanpa lampu penerangan tiba-tiba sepedamotor Mario tergelincir.

Seketika itu juga tubuh Mario terhempas ke jalan. Kepala dan matanya terbentur ke tepi jalan beton dan tubuhnya luka-luka dan langsung tak sadarkan diri. Tak lama, seorang warga yang hendak pergi ke pasar pagi melintas di lokasi.  Warga yang belum diketahui identitasnya itu langsung melaporkannya ke warga yang lain. Kemudian Mario yang saat itu dalam keadaan kritis dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan, guna mendapat perawatan intensif. Warga yang lain yang mengenal Mario melaporkannya ke orangtuanya. Mendapat laporan tersebut, keluarga datang ke rumah sakit melihat keadaan pemain keyboard itu.

Namun 3 hari dirawat, akhirnya pada Jumat sore Mario menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga kemudian membawa jenazah ke rumah duka guna disemayamkan.

Dari pantauan SIB di lokasi kejadian, jalan beton yang dihentikan sejak 5 bulan lalu mulai rusak. Sedangkan setengah badan jalan lagi belum dicor beton dan berlubang-lubang. Pengendara sepedamotor yang melintas di lokasi harus ekstra hati-hati ketika melintas. Parahnya, kawasan itu gelap tak memiliki penerangan lampu sama sekali. Jika Pemkab Deliserdang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) membiarkan jalan tersebut begitu saja, tentunya akan bertambah lagi korban jiwa.

Warga sekitar, Rudi (48) ketika disambangi SIB mengatakan, di lokasi sudah 3 kali terjadi kecelakaan. "Dua minggu lalu seorang ibu yang mengendarai sepedamotor dan anaknya yang masih kecil terjatuh di jalan ini. Ibu dan anaknya mengalami luka-luka lecet. Sedangkan 1 minggu lalu seorang wanita terjatuh di jalan beton ini juga dan tangan kanannya patah.  Jika lokasi begini terus, korban jiwa pasti semakin bertambah," katanya.(A20/ r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru