Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 06 Juni 2026

Turnamen Marah Halim Cup Terancam Batal

- Selasa, 30 Desember 2014 13:57 WIB
341 view
Medan (SIB)- Perhelatan turnamen sepakbola bertaraf internasional bertitel “Marah Halim Cup” terancam batal. Pasalnya, dualisme yayasan Marah Halim Cup membuat konsorsium yang menangani  sponsor menarik diri untuk ikut serta mensukseskan turnamen yang merupakan kebangaan masyarakat Sumut.

“Turnamen Marah Halim Cup yang telah vakum 20 tahun dan akan kembali digelar untuk membangkitkan kembali marwah sepakbola Sumut bakalan terancam batal. Pihak panitia yang telah merencanakan dan merancang sejak Maret 2014, yang pelaksanaannya hampir 90 persen harus berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak menginginkan turnamen untuk dapat digelar kembali,” ujar Ketua Panitia Tursilo didampingi Sekretaris,  Ahmad Effendi Lubis dan Wakil Ketua Idris Nasution kepada wartawan, Senin (29/12).

Dikatakannya, turnamen terancam batal akibat adanya dualisme Yayasan Marah Halim yang dipegang Amru Daulay dan yang baru dideklarasi di Medan Club. Akibat adanya dualisme ini membuat beberapa sponsor yang telah melakukan perjanjian dengan pihak panitia menarik diri untuk tidak ikut serta dalam pelaksanaan turnamen. Selain itu, timnas U-23 juga akan mundur dari turnamen.

Disebutkannya, turnamen yang merupakan penantian bagi masyarakat Sumut akan membuat masyarakat Sumut sebagai pecinta sepakbola kecewa. Kekecewaan masyarakat disebabkan adanya segelintir oknum-oknum yang ingin menggagalkan turnamen dan menghambat perkembangan sepakbola di Sumut.

“Pihak panitia telah melaporkan kepada Ketua Umum PSSI Pusat, Asprov PSSI Sumut, Ketua Yayasan Marah Halim, Amru Daulay dan pihak keluarga Marah Halim Harahap. OC akan melakukan konsultasi dengan Gubsu untuk mengambil langkah-langkah sesuai dengan petunjuk Gubsu turnamen digelar atau tidak. Panitia mohon maaf kepada masyarakat, turnamen yang telah dirancang dan dikemas ini tidak terlaksana. Panitia telah berusaha semaksimal mungkin dan mengorbankan waktu, pikiran dan dana agar turnamen dapat terlaksanan. Namun, adanya pihak-pihak yang berambisi untuk menggagalkan turnamen yang merupakan milik masyarakat Sumut, bukan milik pribadi.

Sementara itu, H Dollah Unai mantan sepakbola PSMS era 1962 menyayangkan turnamen yang sangat bergensi harus kandas oleh pihak-pihak yang tidak mengerti sepakbola dan hanya berambisi untuk kepentingan sepihak. Padahal kerja keras, Tursilo bersama rekan merupakan pekerjaan mulia untuk membangkitkan sepakbola di Sumut, Turnamen Marah Halim Cup yang sudah vakum 20 tahun, ternyata masih ada masyarakat Sumut yang sangat peduli dengan kemajuan sepakbola di Sumut.

“Sungguh tragis sepakbola di Sumut, sampai kapanpun sepakbola di Sumut bakalan hancur akibat adanya ulah pihak-pihak tertentu yang berambisi untuk membatalkan turnamen. Padahal turnamen ini, untuk mengangkat kembali nama mantan Gubsu dengan Piala Marah Halim Cup. Tentunya, jika sempat turnamen ini batal maka akan membuat masyarakat Sumut sangat kecewa, akibat ulah yang dilakukan pihak tertentu yang ingin menggagalkan tujuan mulia Tursilo cs untuk kemajuan sepakbola di Sumut,” ujar mantan pelatih PSMS ini.

Lebih lanjut, mantan pelatih Perlis Malaysia ini, sungguh tidak bijak oknum-oknum yang membuat ulah untuk membatalkan turnamen sepakbola Marah Halim Cup. Seharusnya, pihak tersebut dapat menahan diri dan jangan menggangu turnamen yang telah di ambang pintu akan digelar. Padahal masyarakat Sumut telah bangga akan digelarnya kembali turnamen bertaraf internasional ini.

“Masyarakat Sumut tentu sangat kecewa jika pagelaran turnamen sempat terancam batal. Tidak dipungkuri, turnamen yang dapat memotivasi pemain sepakbola Sumut merupakan pertandingan yang menarik untuk ditonton akan menurunkan marwah Pemerintah Propinsi Sumut, jika tidak jadi digelar. Padahal gaungnya sangat luar biasa di media dan masyarakat sudah mengetahuinya,” pungkasnya.

Di sisi lain, mantan pemain PSMS yang membawa PSMS juara II pada turnamen Marah Halim Cup tahun 1988, Suharto AD mengatakan sangat mendukung digelarnya kembali turnamen karena merupakan ajang prestasi bagi sepakbola di Indonesia, luar negeri, khususnya Medan. Turnamen ini akan kembali membawa marwah sepakbola di Sumut, khususnya PSMS Medan.

“Jika turnamen ini gagal dilaksanakan tentunya membuat kemunduran bagi sepakbola Sumut. Pasalnya, gaung turnamen yang sudah “mati suri” selama 20 tahun, gaungnya hidup kembali yang dilakukan pihak panitia yang dikomandoi Tursilo. Jika ada oknum yang menghambat turnamen yang telah menjadi miliki masyarakat Sumut, berarti oknum tersebut tidak menginginkan sepakbola Sumut maju dan berkembang. Sebagai acuan sepakbola PON Remaja Sumut gagal untuk masuk ke arena PON Remaja. Kegagalan inilah harus menjadi evaluasi bagi pihak yang ingin menghambat digelarnya turnamen Marah Halim Cup,” pungkasnya. (R10/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru