Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Merawat Persatuan di Tengah Perayaan Nyepi dan Idulfitri

Oleh: Benyamin Nababan, SH SPd MM
Redaksi - Rabu, 18 Maret 2026 11:23 WIB
1.515 view
Merawat Persatuan di Tengah Perayaan Nyepi dan Idulfitri
(harianSIB.com/Dok)
Benyamin Nababan SH SPd MM

Implementasi nilai-nilai persatuan tidak dapat dilepaskan dari peran aktif berbagai elemen masyarakat. Tokoh agama memiliki posisi strategis sebagai agen moral yang mampu membentuk pola pikir dan perilaku umat. Melalui pendekatan keagamaan yang moderat, tokoh agama dapat menanamkan nilai toleransi serta mencegah berkembangnya sikap eksklusif yang berpotensi memicu konflik.

Tokoh masyarakat juga memiliki peran penting sebagai penggerak sosial yang mampu menjembatani komunikasi antar kelompok. Kedekatan mereka dengan komunitas memungkinkan terciptanya interaksi yang lebih inklusif dan dialogis. Dalam momentum perayaan keagamaan, tokoh masyarakat dapat menginisiasi kegiatan bersama yang memperkuat rasa kebersamaan.

Tokoh adat juga berperan dan berkontribusi melalui pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang telah terbukti mampu menjaga harmoni sosial. Prinsip-prinsip seperti gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap perbedaan merupakan bagian dari warisan budaya yang relevan dalam konteks kekinian. Melalui mekanisme adat, potensi konflik dapat dikelola secara preventif.

Politisi memiliki tanggung jawab dalam menciptakan kebijakan publik yang adil dan inklusif. Mereka harus mampu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok, serta menghindari politisasi identitas yang dapat merusak persatuan. Kepemimpinan yang berorientasi pada integrasi sosial akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas bangsa.

Praktisi hukum memainkan peran penting dalam menegakkan keadilan secara konsisten. Penegakan hukum yang tidak diskriminatif akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Supremasi hukum menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga persatuan.

Organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) juga memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kesadaran kolektif. Melalui berbagai program edukasi dan kegiatan sosial, organisasi-organisasi ini dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat solidaritas lintas kelompok. Generasi muda sebagai bagian dari OKP, memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam menyebarkan semangat toleransi.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Transaksi 14.836 Pegawai Swasta dan 44 Pemuka Agama Mencurigakan
Pesta Budaya Luhutan Bolon-38 Dihadiri 4 Jenderal dan 15.000-an Massa
Gubernur Sumut Ajak Umat Islam Teladani Rasulullah
Kejari Lubukpakam Dinas Pendidikan Gelar Gebyar Kreativitas Budaya untuk Anak SD dan SMP
Mayoritas Pemilih Lebih Dengarkan Imbauan Tokoh Agama
Menag: Hindari Politisasi Agama untuk Meraih Kekuasaan
komentar
beritaTerbaru