Gaslighting: Ketika Kebenaran Dibuat Terasa Salah
(harianSIB.com)Perkembangan media sosial dan dinamika politik belakangan ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan mana fakta dan mana
Perkembangan media sosial dan dinamika politik belakangan ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan mana fakta dan mana rekayasa. Informasi yang benar maupun yang keliru kerap dikemas dengan sangat rapi sehingga tampak sama-sama meyakinkan. Di tengah situasi seperti itu, muncul satu istilah yang semakin sering dibicarakan, yakni gaslighting.
Istilah gaslighting berasal dari karya fiksi Gaslight, yang diadaptasi dari drama panggung tahun 1938. Ceritanya mengisahkan seorang suami yang berusaha membuat istrinya percaya bahwa dirinya telah kehilangan kewarasan. Salah satu caranya adalah meredupkan lampu gas di rumah. Ketika sang istri menyadari cahaya lampu menjadi redup dan mempertanyakannya, sang suami terus-menerus menyangkal dengan mengatakan bahwa lampu tidak berubah. Bahkan, ia menuduh istrinya hanya berhalusinasi atau salah mengingat.
Manipulasi itu dilakukan berulang kali hingga akhirnya sang istri mulai meragukan apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, apa yang ia ingat, bahkan kewarasannya sendiri.
Dari kisah tersebut lahirlah istilah gaslighting, yang kini digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan tindakan manipulatif yang dilakukan secara sistematis agar seseorang meragukan persepsi, ingatan, atau realitas yang dialaminya sendiri.
Baca Juga:Dalam kehidupan sehari-hari, praktik gaslighting dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Misalnya, seseorang berkata kasar, tetapi ketika diingatkan justru menjawab, "Saya tidak pernah mengatakan itu. Kamu mengada-ada." Contoh lain, seorang atasan mengubah instruksi yang pernah diberikan, kemudian menyalahkan bawahannya dengan mengatakan, "Saya sudah bilang dari awal. Kamu saja yang tidak ingat."
Karena itu, gaslighting bukan sekadar kebohongan biasa. Yang membedakannya adalah adanya tujuan untuk membuat orang lain kehilangan kepercayaan terhadap penilaian dan ingatannya sendiri sehingga lebih mudah dipengaruhi atau dikendalikan.
Namun demikian, istilah ini juga tidak boleh digunakan secara sembarangan. Perlu dibedakan antara gaslighting dengan kekeliruan, munculnya informasi baru, perbedaan data, atau perbedaan interpretasi terhadap suatu peristiwa. Sebuah tindakan lebih tepat disebut gaslighting apabila terdapat pola manipulasi yang disengaja, dilakukan secara berulang, dan bertujuan membuat seseorang meragukan persepsinya sendiri.
Dalam konteks sosial dan politik, gaslighting dapat terjadi ketika pihak yang memiliki pengaruh, baik pemerintah, partai politik, media, organisasi, maupun tokoh publik, secara terus-menerus berusaha membuat masyarakat meragukan fakta yang mereka lihat, alami, atau ketahui, meskipun tersedia bukti yang kuat.
Bentuknya dapat berupa penyangkalan terhadap peristiwa yang terdokumentasi dengan jelas, pengabaian terhadap data yang konsisten, atau perubahan narasi secara berulang sehingga masyarakat menjadi bingung membedakan antara fakta dan versi resmi yang disampaikan.
Fenomena ini memiliki keterkaitan dengan sejumlah konsep dalam ilmu politik, seperti manufacturing consent, framing, daninformasi/" target="_blank"> disinformasi. Meskipun demikian, ketiganya tidak sepenuhnya identik dengan gaslighting. Inti dari gaslighting tetap terletak pada upaya membuat seseorang kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan dirinya dalam menilai kenyataan.
Oleh sebab itu, tidak setiap perdebatan politik, perubahan kebijakan, atau klaim yang saling bertentangan dapat langsung disebut sebagai gaslighting. Penggunaan istilah tersebut harus didasarkan pada adanya pola manipulasi yang sistematis, berulang, dan disengaja.
Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapinya?
Hal pertama adalah mempertahankan kompas moral dan intelektual. Bagi umat Kristen, hal ini berarti menguji segala sesuatu dengan hikmat, kejujuran, dan kasih. Dalam 1 Tesalonika 5:21 tertulis, "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." Pesan tersebut mengajarkan agar kita tidak mudah mempercayai setiap informasi, tetapi juga tidak mudah menuduh tanpa dasar yang jelas.
Respons terbaik terhadap dugaan gaslighting bukanlah kemarahan ataupun kecurigaan yang berlebihan, melainkan ketenangan dalam berpikir, kesediaan mencari bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, serta komitmen untuk tetap berpihak pada kebenaran.
Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kemampuan berpikir kritis menjadi benteng utama. Sebab, tidak semua narasi yang berubah atau terbukti keliru merupakan bentuk gaslighting. Memahami perbedaannya akan membantu masyarakat bersikap lebih bijak, rasional, dan tidak mudah terjebak dalam manipulasi informasi.(**)
(harianSIB.com)Perkembangan media sosial dan dinamika politik belakangan ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan mana fakta dan mana
Medan(harianSIB.com)Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mendesak Wali Kota Medan segera memerintahkan pembongka
Labuhanbatu(harianSIB.com)Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Labuhanbatu menangkap NS (32), warga Jalan Ahmad Doyan Lingkunga
Medan(harianSIB.com)Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan di Sipiongot, bukan se
Pematangsiantar(harianSIB.com)Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama dan penggalan
Toba(harianSIB.com)Polsek Balige tangkap pelaku utama dan penadah pencurian sepeda motor yang hilang dari Sesa Meat Kecamatan Tampahan Kabup
Medan(harianSIB.com)Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang viral di med
Medan(harianSIB.com)Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony melalui kuasa hukumnya Pengadilan Sembiring SH resmi melaporkan pemilik akun medi
Batubara(harianSIB.com)Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan menegaskan bahwa tuduhan adanya jaringan peredaran narkoba yang di
Medan(harianSIB.com)Wakil Ketua DPRD Sumut H Ihwan Ritonga SE MM mendesak Polres Labuhanbatu untuk segera bertindak tegas dengan membongkar
Paluta(harianSIB.com)Pengerjaan perbaikan ruas jalan HutaimbaruSipiongot di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) yang dilakukan Pemerintah
Pematangsiantar(harianSIB.com)Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Reuni Akbar Lintas Angkatan Tahun 2026, Alumni SMP Cinta Rakyat 1 Jalan