Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Muhadjir: Kualitas Guru Menentukan Nasib Bangsa

- Senin, 27 November 2017 20:40 WIB
367 view
Muhadjir: Kualitas Guru Menentukan Nasib Bangsa
Jakarta (SIB) -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy berpesan agar Hari Guru Nasional tidak hanya dimaknai sebagai peringatan tahunan saja. Ia mengatakan, guru dan tenaga pendidik memiliki tanggung jawab besar terhadap anak-anak Indonesia.

"Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia ini harus dijadikan refleksi bagi apa yang sudah dilakukan.
Tidak hanya guru dan tenaga pendidik juga dengan pendukung guru dan tenaga pendidik," kata Muhadjir dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta pada Sabtu (25/11).

Muhadjir menuturkan bahwa kualitas guru menentukan nasib bangsa. Maka guru dan tenaga pendidik memiliki tanggung jawab besar bagi anak-anak Indonesia.
Namun ekspansi besar-besaran yang dilakukan pada 1974 hingga 1994 dimana pemerintah saat itu membuat sekolah inpres.

"Hasilnya adalah sekarang banyak sekali sekolah yang tidak terurus dan bahkan fasilitasnya tidak pernah diganti sejak dibuat," ujarnya.

Muhadjir mengatakan bahwa masalah kompetensi, sertifikasi dan kualitas pada guru mempengaruhi perkembangan guru di Indonesia. Dimana Indonesia kekurangan guru berstatus pegawai negeri sipil sehingga kepala sekolah mengangkat sendiri guru honorer sehingga muncul masalah baru.

Permasalahan tersebut yang membuat Kemendikbud terus bekerja keras. Bahwa pendidikan ini bukan hanya urusan Kemendikbud namun juga masyarakat Indonesia. "Kita tanami dan selesaikan masalah ini bersama dan kita perbaiki semaksimal memungkin," katanya lagi.

Harus Selalu Jadi Sumber Keteladanan
Selain itu, Muhadjir Effendy menekankan, para guru agar selalu menjadi sumber keteladanan bagi peserta didiknya. Dengan keteladanan, guru dipastikan mampu membangun karakter siswa yang sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2017 tentang pengaturan pendidikan karakter.

"Tema hari guru kali ini adalah Membangun Karakter melalui Keteladanan Guru, yang tentunya sejalan dengan amanat Perpres 87/2017 bahwa guru adalah satuan-satuan utama yang berperan dalam pendidikan," ungkap Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir berpesan agar guru dan tenaga kependidikan harus mampu bekerja sama dengan satuan pendidikan dan masyarakat untuk mengobarkan gerakan nasional revolusi mental. Dengan begitu, penguatan pendidikan karakter pun akan lebih segera terwujud.

"Mereka (guru) juga memilki tanggung jawab untuk membentuk karakter peserta didik, melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga," kata Muhadjir menjelaskan.

Muhadjir menegaskan, urgensi penguatan karakter begitu mendesak seiring tantangan berat yang akan kita hadapi di masa-masa yang akan datang. Peserta didik saat ini adalah calon generasi emas tahun 2045 yang harus memiliki bekal Pancasila yang baik, guna mengalami dinamika perubahan yang cepat dan tidak terduga.

Karena itu, Muhadjir menekankan, pentingnya semua lapisan masyakarat, organisasi sosial, dan sosial keagamaan untuk mendukung guru-guru dalam mewujudkan peserta didik yang cerdas dan berkarakter. (Rol/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru