Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

Danramil Berikan Wawasan Kebangsaan Kepada Siswa SMAN 1 Silaen Tobasa

- Rabu, 06 September 2017 19:57 WIB
324 view
Tobasa (SIB) -Koramil 14 Silaen, Kabupaten Toba Samosir, berikan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SMA Negeri I Silaen Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir, di sekolah tersebut, Rabu (30/8).  Danramil 14 Silaen Kapten  Sodogoron Situmorang, pada kesempatan itu membawakan materi bahaya narkoba dan juga bahaya dari proxy war.

Di hadapan 200 siswa-siswi SMA Negeri I Silaen, Sodogoron Situmorang  menyebutkan, bagaimana bahaya penyalahgunaan narkoba itu saat ini sudah masuk kepada para remaja, bukan hanya yang ada di perkotaan, tetapi para remaja yang ada di pedesaan. Bagaimana penyalahgunaan narkoba ini sendiri, sudah masuk dan beredar  ke kampung-kampung.

"Bukan hanya di perkotaan, tetapi bahaya peredaraan narkoba ini, sudah masuk ke kampung-kampung," sebut perwira 3 balok di pundak ini.

Sesuai dengan penuturan yang disampaikan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa peredaran narkoba ini sendiri, salah satu indikasi adanya proxy war di Indonesia, disamping beberapa indikasi lainnya terkait dengan  proxy war.

Proxy War ini sendiri, ancaman nyata bangsa Indonesia. Dimana proxy war adalah perang yang tidak nyata, namun menggunakan pihak ketiga untuk menghancurkan Negara sasaran. Strategi proxy war itu, tidak dapat dikenal secara jelas siapa kawan, siapa lawan, sebagai upaya pihak asing dengan menggunakan kekuatan di dalam negara sasaran, guna menciptakan generasi yang tidak berkualitas (lost generation).

Menurut Panglima TNI dalam bukunya berjudul "Peran Pemuda dalam Menghadapi Proxy War,"  lanjut mantan Pasi Intel  Kodim 0205 Tanah Karo ini, proxy war sebuah konfrontasi antar dua negara yang menggunakan peran pengganti dalam  berkonfrontasi dan memenangkan konfrontasi, agar tidak berkonfrontasi secara prontal, terbuka dan beresiko kehancuran yang fatal.

Indikasi adanya proxy war di Indonesia, selain peredaran narkoba, adanya gerakan separatis, demonstrasi massa, system regulasi yang merugikan, pemberitaan media yang provokatif. Penyebaran pornografi dan sex bebas, tawuran pelajar dan bentrok antar kelompok. (H01/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru