Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Mantan Kick Boxer Demo Pukuli Tubuh Sendiri 4.400 Kali

- Minggu, 13 September 2015 15:40 WIB
387 view
Mantan Kick Boxer Demo Pukuli Tubuh Sendiri 4.400 Kali
Jakarta (SIB)- Mantan kick boxer atau Thai Boxing yang pernah berjaya di era tahun 70-an yang kini menjadi pelatih, Harry Efendi, melakukan demo dengan memukuli seluruh tubuhnya, mulai jari kaki, tangan sampai ke badan sebanyak 4.400 kali dengan menggunakan batang bambu.

Disaksikan ketua ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) Manaan Situmorang dan Sekjen FTI (Federasi Tinju Indonesia) Theo Lela serta beberapa mantan petinju seperti Nico Toriri, Aswan AB, Rokijo dan Boido Simanjuntak serta beberapa kick boxer, Harry memvermak tubuhnya tanpa berhenti selama 30 menit.

Padahal usianya sudah mencapai 72 tahun. Tapi tak sedikitpun terlihat Harry kesakitan atau kecapean, meski tubuhnya terlihat memerah.

Mantan juara nasional dan internasional kick boxing atau juga disebut Thai Boxing ini ingin membuktikan, bahwa usia bukanlah penghalang dalam melakukan aktivitas keras dalam beladiri.

"Memukul tubuh atau tulang dengan benda keras secara profesional, akan menimbulkan benturan yang memunculkan semacam enzim secara otomatis melumuri bagian-bagian tulang yang retak. Itu sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah kropos tulang. Ini pula yang saya lakukan saat saya divonis terkena virus lupus," ujar Harry.

Menurutnya, dulu dia sempat mengalami keropos tulang yang parah. "Saya ambil inisiatif sendiri dengan memukul-mukul tulang di seluruh badan dan hasilnya saya merasa lebih sehat. Ketika saya cek ke dokter di Surabaya, mereka terkejut, karena keropos pada tulang saya ternyata hilang," imbuhnya.

"Pertanyaannya sekarang, siapa yang mau dan berani melakukan pemukulan badan dan tulang-tulangnya sendiri seperti yang saya lakukan?" tanya Harry.

Untuk itulah dia ingin memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mau berolahraga secara serius dan tekun, khususnya beladiri. "Untuk memicu keberanian," ujarnya.

Dalam usia yang mendekati fase uzur, Harry tetap terlihat perkasa dalam melakukan aktivitas sebagai pelatih Thai Boxing di sasananya.

"Bahkan kalau ada promotor, saya juga siap untuk berduel melawan boxer-boxer luar negeri seperti Jepang atau Thailand, seperti yang pernah saya lakukan sekitar 40 sampai 50 tahun lampau," tegasnya.

Anak didik Harry, bukan hanya masyarakat biasa, tapi juga banyak dari kalangan beladiri lain seperti tinju yang berlatih di sasananya. (PK/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru