Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026
TAJUK RENCANA

Kartini Masa Kini di Tengah Pandemi Covid-19

Redaksi - Rabu, 22 April 2020 10:31 WIB
703 view
Kartini Masa Kini di Tengah Pandemi Covid-19
serikatnews.com
Ilustrasi
Peringatan hari Kartini tahun 2020 ini menjadi hari paling berkesan dan bersejarah khususnya bagi “Kartini Masa Kini” yang mematuhi protokol kesehatan dengan tetap 'stay at home' sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19). Pada masa-masa ini, maka sangat terasa peranan kaum ibu (Kartini) menyiapkan segala sesuatu kebutuhan rumah tangga dan lebih luas lagi menyejukkan semua anggota keluarga agar betah di rumah.

Saat ini memang banyak Kartini sudah menjadi wanita karir (pekerja) untuk mendukung ekonomi keluarga sehingga menyerahkan urusan dapur dan anak-anak kepada asisten rumah tangga. Sehingga waktu bertemu dengan suami dan anak-anak sangat singkat, bahkan kalau di kota besar seperti DKI Jakarta, pergi saat anak masih tidur dan pulang saat anak sudah tidur. Pokoknya semua urusan rumah sudah lepas dari kaum ibu.

Sedangkan bagi Kartini yang tidak bekerja, banyak juga yang tidak mau tinggal di rumah. Tetapi mereka banyak juga ke luar rumah berkumpul dengan komunitasnya dan tetap juga menyerahkan urusan rumah kepada asisten rumah tangga. Uang memang tidak kekurangan tetapi sentuhan kasih sayang dan didikan seorang ibu dan orangtua juga sangat langka didapatkan oleh anak.

Akibatnya, apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat ? Banyak anak-anak menjadi berandalan, terlibat geng motor, ugal-ugalan, begal, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. Bagaimana perasaan seorang ibu mendengar keadaan anak-anak seperti itu? Masihkah ada rasa bersalah dan penyesalan atau penyelesaiannya hanya bertumpu kepada materi?

Namun saat pandemi Covid-19 ini kelihatannya ada yang berubah meskipun dengan terpaksa. Takut virus corona, membuat kaum Kartini (kaum ibu) jadi betah di rumah. Bukan berarti kita mensyukuri pandemi Covid-19, tetapi kita mensyukuri bahwa hubungan ibu dengan suami dan anak-anak dalam satu keluarga sudah semakin akrab dan saling mengasihi. Bahkan tidak saja hanya hubungan dengan anggota keluarga yang dekat tetapi juga hubungan keluarga dengan Tuhan. Ibadah pun bersama, berdoa bersama dan makan bersama, sangat menggembirakan.

Situasi ini membuat masing-masing anggota keluarga "back to basic" mengambil peran masing-masing. Khusus kaum ibu juga kembali ke kodratnya sebagai "inang" yang melindungi anak-anaknya dan menyiapkan kebutuhan rumah tangganya bersama suami sebagai kepala rumah tangga. Ibu kembali melakukan fungsinya mengatur rumah tangga dan mendidik anak beretika di rumah, menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, tidur teratur, makan bergizi, dan menghindari jajanan yang tidak higienes serta rajin berjemur. Semuanya diatur kaum ibu.

Kondisi ini tentu saja akan membuat keluarga-keluarga menjadi sehat dan kuat menghadapi serangan penyakit, tidak saja menghadapi virus corona tetapi juga virus-virus lain yang juga dapat merusak kesehatan rumah tangga. Kita harapkan peranan kaum ibu mewujudkan keluarga sehat, kuat dan tangguh, tidak hanya saat masa pandemi ini tapi juga pada masa-masa setelah pandemi Covid-19 atau sepanjang masa. Maka benarlah lirik lagu kasih ibu-lagu anak Indonesia ".......Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, ......bagai sang surya menyinari dunia".

Kembali kepada kehidupan Ibu Kartini, juga tidak terlalu indah. Sebagai wanita yang dipingit, dia tidak tinggal diam tetapi juga tetap semangat untuk tetap belajar mandiri. Bagi kaum ibu ingatlah bahwa ada 10 kutipan kata-kata Kartini dalam buku berjudul "Door Duisternis tot Lich" yang sampai saat ini masih tetap relevan.

Pertama, penyebab jatuh adalah sikapmu sendiri. Kedua, jangan mengeluh. Ketiga, teruslah bermimpi karena kehidupan ini kejam. Keempat, semboyan Kartini "Aku mau". Kelima, gadis dengan pemandangan luas. Keenam, jangan takut kesulitan. Ketujuh, jangan menyerah, kedelapan harus mandiri. Kesembilan, kehidupan berubah dan kesepuluh, angan-angan yang sempurna.

Harapan kita bahwa peringatan Hari Kartini di tengah wabah virus corona ini akan membuka kembali mata hati para wanita khususnya kaum ibu bahwa hidup ini tidak mudah. Maka kembalilah ke rumah bersama suami dan keluarga sehingga keluarga Indonesia menjadi keluarga yang sehat, kuat dan tangguh.

Akhirnya pendemi Covid-19 ini yang merupakan peristiwa kelam (gelap) bagi kesehatan dan kehidupan sosial dan ekonomi kita, akan mengembalikan fungsi ibu yang sebenarnya di tengah-tengah keluarga. Sehingga sesuai dengan semboyan Hari Kartini "Habis Gelap Terbitlah terang", maka sehabis kegelapan akibat virus corona maka timbullah terang di tengah-tengah keluarga Indonesia berkat peran kaum ibu. Selamat Hari Kartini. (*)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru